Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Banyuwangi Raih Penghargaan “Best Social Influence” EJTMA 2025, Bukti Keberhasilan Strategi Promosi Digital

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Komitmen Banyuwangi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan sektor pariwisata kembali membuahkan hasil gemilang. Kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini, berhasil meraih penghargaan Juara 1 Kategori Best Social Influence dalam ajang bergengsi East Java Tourism Marketing Award (EJTMA) 2025.

Penghargaan ini diberikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, sebagai bentuk apresiasi atas efektivitas strategi komunikasi digital Banyuwangi dalam mempromosikan potensi wisata dan budaya daerah.

BACA JUGA : Sambut CRS Karang Taruna Bersama Imperial Lippo Village Karawaci

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari, kepada Kabid Pemasaran Disbudpar Banyuwangi, Ainur Rofiq, dalam malam penganugerahan di Balai Pemuda Surabaya, Rabu (15/10/2025).

“Ini kali kedua secara berturut-turut Banyuwangi mendapatkan penghargaan dari EJTMA. Kami bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi ini. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memperkuat strategi promosi digital yang kreatif dan berdampak,” ujar Ainur Rofiq usai menerima penghargaan.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Disbudpar Banyuwangi berhasil mengoptimalkan kekuatan media sosial sebagai kanal utama dalam memperluas jangkauan promosi pariwisata. Melalui pendekatan visual, narasi positif, dan kolaborasi kreator digital, Banyuwangi mampu menghadirkan citra destinasi wisata yang hidup dan menarik di dunia maya.

“Promosi pariwisata di era digital tidak bisa lepas dari media sosial. Kami berupaya menampilkan Banyuwangi bukan sekadar destinasi, tapi juga pengalaman budaya yang autentik. Konten kami didesain agar masyarakat merasa dekat dan ingin datang langsung,” ungkapnya.

Ajang EJTMA 2025 melibatkan jajaran dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi pariwisata ternama, seperti Agoes Tinus Lis Indrianto, Ph.D. (Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra) dan Ferdy Hartanto (Branch Chief Executive MarkPlus).

Dalam kategori Best Social Influence, Banyuwangi unggul dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Posisi kedua diraih Kota Malang, sementara Kota Madiun menempati peringkat ketiga.

Penghargaan ini menambah deretan panjang prestasi Banyuwangi dalam pengelolaan dan promosi pariwisata berbasis digital. Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu pelopor transformasi digital di sektor pariwisata daerah, melalui strategi terpadu yang melibatkan media sosial, influencer, kampanye video kreatif, dan publikasi lintas platform.

Dengan capaian ini, Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai ikon inovasi pariwisata digital di Jawa Timur. Disbudpar Banyuwangi berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas kreatif dan pelaku industri pariwisata untuk menjaga momentum kebangkitan sektor wisata pasca pandemi.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Penghargaan ini bukan akhir, tapi pengingat bahwa promosi harus terus adaptif dan relevan. Semakin banyak orang mengenal Banyuwangi, semakin besar pula peluang ekonomi yang tercipta bagi masyarakat,” pungkas Ainur Rofiq. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Gesah Desa Banyuwangi, Bupati Ipuk Ajak BPD Jadi Pengawal Harmoni Kebijakan Desa dan Pemkab
Next Article
Lanal Banyuwangi Perkuat Sinergi Pesisir, Dorong Wisata Bahari Lewat Rumah Apung dan Rumpon

Related to this topic:

Be the first to write a comment.