Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Aksi Demo Ricuh, Bupati Sampang Dan Ketua DPRD Dianggap Pengecut, Tidak Berani Temui Masa

Sampang || bratapos.com - Ribuan Masa aksi(Forum Aktivis Madura Bersama Aliansi Masyarakat Desa Bersatu) Didepan Kantor DPRD Sampang menuntut untuk segera tetapkan jadwal Pilkades Serentak di kabupaten Sampang, 

Ribuan orang di Kantor DPRD Kabupaten Sampang, Selasa, 28 Oktober 2025. Massa yang datang dari seluruh desa itu menuntut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) digelar tahun 2026.

BACA JUGA : Pembinaan Wahidiyah DI Hongkong : Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri RA Bangkitkan Semangat Juang Pengamal

Aksi ini berujung ricuh setelah massa Tidak Boleh Merangsek masuk tepat didepan Gedung DPRD , pasalnya Masa Aksi Demo Di Cegat Pada Titik Yang mana masih jauh jarak dari Kantor DPRD 

Bagaimana Tidak Penyampaian  Aspirasi Kepada DPRD Tidak Tersampaikan Karena Jarak Cukup Jauh Dari Lokasi Depan Kantor DPRD 

Aski saling dorong-mendorong antara massa dan polisi tak terelakkan. Massa mengamuk dengan menerobos barikade polisi.

Kericuhan semakin menjadi setelah petugas keamanan menembakkan gas air mata ke kerumunan massa.Massa pun membalas tembakan gas air mata dengan melempari petugas. 

ketua  DPRD Rudi  Kurniawan dianggap pengecut karena Tidak Berani Temui Masa, bahkan Bupati Sampang Sebagai Pemangku Kebijakan Yang Sah pun Tidak berani Secara jantan Menghadapi Masa Aksi 

Kenapa Harus Wakil Bupati Yang menemui Kita, ketua DPRD Dan Bupati Sampang Pengecut, ucap salah satu korlap Aksi,  Kericuhan mereda setelah Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfud dan beberapa anggota  DPRD menemui massa. Di hadapan pendemo, Wakil Bupati  berjanji akan mengupayakan dan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk perhatian dan kontrol sosial masyarakat untuk kebaikan dan kemajuan Kabupaten Sampang.

"Saya akan berupaya mengawal dan memperjuangkan semua aspirasi dan harapan masyarakat. Mohon doanya semoga ada solusi dan jalan yang tebaik," kata Mahfud. (Wabub)

Diketahui ada delapan orang terluka, terdiri dari tiga masyarakat sipil dan lima anggota kepolisian. Mereka dibawa ke RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang untuk menjalani pengobatan medis.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Cuaca Ekstrem Ganggu Jalur Semarang, KAI Daop 7 Madiun Mohon Maaf dan Pastikan Keselamatan Jadi Prioritas
Next Article
Razia' Polsek Namlea Bubarkan Balap Liar Dan Temukan Empat Pasangan Yang Bukan Suami Istri

Related to this topic:

Be the first to write a comment.