Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

1,3 M Jalan Lapen Kota Namlea Di Kerjakan Tidak Sesuai. Jaksa Diminta Turun Tangan

MalukullNamlea,bratapos.com-Pekerjaan jalan aspal Lapen dalam kota namlea Kompleks perumahan ASN dan depan kampus Iqra Buru yang bersumber dari Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024 dengan total Anggaran Rp, 1.321.288.700 (Satu Miliyar, tiga ratus dua puluh satu juta, dua ratus delapan puluh delapan ribu, tujuh ratus rupia) yang dikerjakan oleh CV Ayu Arssy diduga di kerjakan tidak susai Rencana Angaran Biaya (RAB). 

Dari hasil investiga media di lapangan terdapat banyak kecurangan pekerjaan mulai dari matrial yang tidak sesuai speak, maupun kekurangan batu pecah yang diduga tidak digunakan pada beberapa titik jalan,"Jumat (18/10/2024). 

BACA JUGA : Pimred BRATA POS MEDIA Dr. Zaibi Susanto Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur

Di dalam RAB menjelaskan lapis pondasi Telford harus menggunakan (Batu kali/ Karang) namun di lapangan sebagian pekerja untuk podasi pihak kontraktor sengaja kucing kucingan mencari untung besar akhirnya mengunakan Batu Kapur yang tidak bole digunakan. 

Lalu untuk material Batu Pecah,didalam RAB menjelaskan.Material Batu kali hasil Produksi di Base Camp atau mengunakan alat batu pecah (ston Creser). Namun pihak kontraktor memakai batu pecah manual yang di pecah oleh masyarakat secara manual dengan ukuran batu tidak beraturan, Jadi pihak kontraktor suda mengunkan material di luar RAB,"susai hasil investigasi. 

Adapun jalan yang kurang lebih lebar 3,5 Meter, ruas 5 atau sekmen 5 total panjang jalan 113,2 itu diduga tidak mengunkan batu pecah (5/7) dan (2/3) tetapi langsung mengunakan batu krikil pantai  yang akan membuat kualitas jalan tidak akan tahan lama dan kuat, karena batu pecah yang bisa menyerap aspal dan wajib digunakan untuk menahan beban berat yang melintasi jalan tersebut namun tidak di pakai pihak kontraktor sesuai RAB. 

Kami pihak media akan mendatangi Aparat Penegak hukum dalam hal ini pihak kejaksaan negeri namlea untuk mengkonfirmasi terkait perihal jalan tersebut yang menghabiskan anggaran 1,3 Miliyar namun diduga di kerjakan asal asalan. 

Pihak kontraktor pa edi yang di konfirmasi Via Whatsapp tiga hari berturut-turut terkait pekerjan namun tidak merespon sampai berita di Publikasi. (AB). 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kasus Pencurian Kayu Yang Di Duga Di Dalangi Oleh Oknum Anggota Perhutani Mulai Terkuak Dan Mencuat Di Publik.
Next Article
Tangani Bencana, Pemkab Nagan Raya Terima Bantuan Logistik dari Kemensos RI

Related to this topic:

Be the first to write a comment.