Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Wali Murid Ungkap Menu MBG Basi dan Tidak Layak Konsumsi Yang Disalurkan SPPG Marengan Daya Sumenep

SUMENEP// Bratapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin asupan sehat bagi anak usia dini justru menuai kecaman keras dari wali murid. Menu yang disalurkan oleh SPPG Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, di bawah naungan Yayasan Bakti Bunda Berkarya, dinilai tidak layak konsumsi dan membahayakan kesehatan anak-anak, khususnya siswa TK.

Seorang wali murid yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan, menu MBG yang diterima anaknya pada Selasa (27/1/2026) berupa mie goreng dengan lauk ayam suwir dalam kondisi basi dan berbau menyengat. Menurutnya, kondisi tersebut jelas berbahaya jika dikonsumsi oleh anak-anak.

BACA JUGA : Penyerahan SK Ranting Desa Kadu limus Pencak Silat Pusaka Titisan Banten, Berjalan Hikmad

"Menu hari ini mie goreng dengan ayam suwir sebagai protein, tapi ayam suwir nya sudah basi dan tidak layak dikonsumsi. Jelas itu bahaya buat anak-anak, apalagi anak TK" ujarnya dengan nada kecewa.

Tak hanya lauk utama, buah salak yang disertakan sebagai pelengkap menu juga disebut dalam kondisi busuk. Ia menilai kelalaian tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke siswa.

"Untuk buah salak juga banyak yang busuk. Jujur saat tahu itu pasti kecewa. Sejak awal pembagian MBG tampilannya saja sudah kurang menarik. Apalagi sasarannya anak TK, tampilannya sama sekali tidak mengundang selera makan," tuturnya.

Wali murid tersebut juga mempertanyakan keputusan pemilihan buah salak yang dikenal mudah membusuk. Ia menilai seharusnya ada standar ketat dalam pemilihan bahan makanan, terlebih untuk konsumsi anak-anak.
"Buah salak itu paling gampang dan paling cepat busuk. Tapi kenapa masih bisa lolos sampai ke siswa?," ungkapnya.

Lebih jauh, ia menduga makanan tersebut telah terkontaminasi bakteri karena lauk basi berada dalam satu kotak makan dengan menu lain, meski dipisahkan sekat.

"Ayamnya sudah bau dan tak layak dimakan. Walaupun terpisah di satu kotak makan, bakteri dari yang basi itu bisa mengkontaminasi makanan lain," tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa program MBG di sekolah anaknya baru berjalan di minggu pertama, namun sejak hari-hari awal sudah banyak makanan yang tidak dimakan siswa. Bahkan pada hari pertama, makanan disebut banyak yang dilepeh oleh anak-anak.

Kondisi ini memicu kemarahan dan kekecewaan wali murid terhadap pengelola SPPG Marengan Daya di wilayah Marengan Daya. Para wali murid mendesak adanya evaluasi menyeluruh, audit kualitas makanan, serta pertanggungjawaban dari pihak penyedia MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Marengan Daya maupun Yayasan Bakti Bunda Berkarya terkait dugaan penyaluran menu MBG yang tidak layak konsumsi tersebut.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kalapas Banyuwangi dan Kadis Pertanian Tinjau SAE Paswangi, Matangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Ketahanan Pangan
Next Article
Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria di Sumenep Ditangkap Polisi

Related to this topic:

Be the first to write a comment.