Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Sinergi TNI-Polri, Lapas Banyuwangi Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Warga Binaan: Wujudkan Lapas Bersih Narkoba

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Dalam upaya memperkuat keamanan dan mencegah peredaran barang terlarang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar operasi gabungan penggeledahan kamar hunian warga binaan, Sabtu (11/10/2025) dini hari. Kegiatan ini melibatkan personel TNI dan Polri, menegaskan komitmen sinergis antar-aparat dalam menciptakan lapas yang bersih, aman, dan bebas narkoba.

Operasi yang berlangsung mulai tengah malam itu dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, dengan dukungan penuh dari Kabag Ops Polresta Banyuwangi serta Kasdim 0825 Banyuwangi. 

BACA JUGA : HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

Personel gabungan menyisir dua blok hunian yakni Griya Blambangan dan Griya Ulupampang secara teliti, dengan sasaran utama barang-barang terlarang seperti handphone, narkotika, dan senjata tajam rakitan.

Menurut Kalapas Wayan Nurasta, kegiatan ini merupakan langkah nyata deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan lapas.

“Penggeledahan ini bagian dari upaya kami menjaga integritas dan keamanan Lapas Banyuwangi. Fokusnya untuk memberantas peredaran barang terlarang, khususnya handphone dan narkoba, serta memastikan seluruh blok hunian dalam kondisi steril,” tegas Wayan Nurasta.

Ia menambahkan, kehadiran TNI dan Polri bukan hanya memperkuat aspek pengamanan, tetapi juga memperkokoh koordinasi antar lembaga dalam penegakan hukum di wilayah Banyuwangi.

“Sinergi antara Lapas, TNI, dan Polri ini menjadi contoh konkret kolaborasi antar aparat dalam menjaga keamanan negara dari berbagai sisi, termasuk dari balik jeruji besi,” ujarnya.

Selama penggeledahan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, tidak ditemukan adanya barang terlarang seperti narkoba atau alat komunikasi ilegal. Namun, kegiatan tidak berhenti di situ. Sebagai tindak lanjut pencegahan, petugas juga melakukan tes urine acak kepada 15 warga binaan, dengan hasil seluruhnya negatif narkoba.

“Hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas Banyuwangi berjalan dengan baik dan terarah. Meski begitu, kami tidak akan lengah. Pemeriksaan dan penggeledahan mendadak akan terus dilakukan secara berkala,” terang Kalapas.

Selain menjaga keamanan internal, langkah ini juga menjadi bentuk komitmen Lapas Banyuwangi dalam mendukung program nasional P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) yang dicanangkan Kementerian Hukum dan HAM.

Wayan Nurasta menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan Lapas Banyuwangi sebagai zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Narkoba (WBK-Narkoba), sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

“Kami ingin membangun budaya bersih dari narkoba, tidak hanya di kalangan warga binaan, tapi juga di seluruh jajaran petugas. Lapas harus menjadi tempat pembinaan, bukan peredaran,” pungkasnya.

Kegiatan penggeledahan gabungan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena dinilai menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta memperkuat ketahanan moral di dalam lembaga pemasyarakatan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Mediasi Berbuah Islah, Sengketa Tanah Masjid Al-Mukminin Gintangan Berakhir Damai
Next Article
Di Duga Memakai Material Non SNI Rehab Gedung Pustu Terik Kecamatan Krian

Related to this topic:

Be the first to write a comment.