Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Serawung Seni Gandrung Sewu 2025, Jazz Patrol dan Kuntulan Guncang Pantai Boom Marina

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Pantai Boom Marina berubah menjadi panggung kolosal penuh energi dan warna dalam gelaran “Serawung Seni”, Kamis (23/10/2025) sore. Agenda pembuka rangkaian Festival Gandrung Sewu 2025 ini, sukses menyedot perhatian ribuan penonton dengan kolaborasi apik antara musik kontemporer dan kesenian tradisi Banyuwangi.

Suara saksofon dan dentuman ritmis dari Jazz Patrol Kawitan membuka sore dengan nuansa eksperimental yang memukau. Di bawah cahaya senja yang memantul di atas Selat Bali, grup ini menampilkan harmoni antara jazz modern dan sentuhan etnik Osing, menciptakan atmosfer magis di tepi laut.

BACA JUGA : Nikmati Steak Ala Eropa Tanpa Merogoh Kocek Dalam, Warung Oregano Kota Madiun Hadirkan Cita Rasa Premium Sekaligus

“Kami merasa terhormat bisa membuka Serawung Seni tahun ini. Ini bukan sekadar tampil, tapi juga kesempatan memperkenalkan karya anak daerah kepada masyarakat luas,” ujar Eko Rastiko, koordinator Jazz Patrol Kawitan, usai tampil di panggung utama.

Memasuki malam, suasana semakin semarak. Panggung Serawung Seni diambil alih oleh Sanggar Tari Kuntulan Gaya Baru, yang menampilkan koreografi atraktif dengan tabuhan rebana dan kostum penuh warna. Gemuruh tepuk tangan penonton menjadi bukti bahwa seni tradisi Banyuwangi masih memiliki pesona kuat di hati publik.

Menurut Dewa Alit Siswanto, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Serawung Seni bukan sekadar hiburan, melainkan ruang ekspresi dan ajakan untuk terus merawat warisan budaya lokal.

“Serawung Seni menjadi simbol kebersamaan dalam berkesenian. Di sini, seniman tradisi dan modern bertemu dalam satu ruang. Ini adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan budaya Banyuwangi,” ujarnya.

Selain pertunjukan seni, deretan booth UMKM turut meramaikan kawasan Pantai Boom Marina. Aroma kuliner lokal dan jajanan khas Banyuwangi berpadu dengan denting musik dan gemerlap lampu panggung, menjadikan kawasan wisata itu hidup hingga malam hari.

Gelaran Serawung Seni 2025 menjadi pembuka yang menggugah untuk rangkaian Festival Gandrung Sewu. Esok hari (24/10/2025), agenda akan berlanjut dengan kegiatan “Meras Gandrung”, yang menampilkan prosesi dan latihan massal penari Gandrung. 

Puncak festival dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025, mulai pukul 13.00 WIB, dengan ribuan penari Gandrung yang siap menari serempak di tepi laut.

Dengan tema besar pelestarian budaya dan sinergi kreatif, Serawung Seni Gandrung Sewu 2025 menegaskan posisi Banyuwangi sebagai kota festival dengan denyut seni yang tak pernah padam. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sinergi Polri dan Ojol Banyuwangi, Apel Kamtibmas “Jaga Bumi Blambangan” Wujudkan Keamanan & Kepedulian Lingkungan
Next Article
Dari Papua hingga Amerika, Penari Diaspora Merinding Jalani Prosesi Sakral Meras Gandrung di Banyuwangi

Related to this topic:

Be the first to write a comment.