Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

SDN Sukosari Madiun Terancam Ambruk, Siswa ABK Kesulitan Belajar

Kota Madiun || Bratapos.com – Fasilitas pendidikan yang layak seharusnya menjadi hak setiap siswa, tetapi kondisi SDN Sukosari di Kota Madiun justru sebaliknya. Bangunan sekolah ini mengalami kerusakan parah tanpa ada kepastian kapan akan diperbaiki, sehingga siswa dan guru harus beraktivitas dalam keadaan yang jauh dari aman.

Saat ditinjau di lokasi, terlihat jelas bahwa bangunan sekolah ini dalam kondisi memprihatinkan. Atap runtuh, genting bocor, serta dinding lapuk dan rapuh membuat bangunan tersebut berisiko ambruk kapan saja.

BACA JUGA : Bangun Budaya Taat Hukum Sejak Dini, Dosen PPKn FKIP Unram Dampingi Guru di Lombok Utara

Dari seluruh bangunan, hanya ruang tata usaha dan area parkir yang mengalami kerusakan kategori sedang. Sementara itu, sebagian besar ruangan masuk dalam kategori rusak berat, tetapi hingga kini belum ada tindakan dari dinas terkait untuk memperbaikinya.

Kondisi ini semakin ironis mengingat SDN Sukosari merupakan sekolah inklusi yang menampung anak berkebutuhan khusus (ABK). Seharusnya, fasilitas yang tersedia lebih layak dan mendukung proses belajar mereka, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Kepala SDN Sukosari, Muljono, mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan ke Dinas Pendidikan. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan atau realisasi yang diharapkan.

"Setiap kali hujan, sekolah ini selalu kebanjiran karena halaman lebih rendah dibandingkan dengan jalan di sampingnya," ungkap Muljono.

Lebih dari sekadar permasalahan bangunan, ia menekankan bahwa sekolah inklusi seperti SDN Sukosari memerlukan sarana dan prasarana yang memadai agar siswa ABK dapat belajar dengan nyaman dan aman. Namun, kondisi yang ada justru menimbulkan kekhawatiran bagi para guru dan siswa.

"Kami selalu merasa waswas karena bangunan sewaktu-waktu bisa roboh," keluhnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Madiun, melalui Dinas Pendidikan, segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sekolah tersebut sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Yatno

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Wamen BUMN Uji Coba KRL Produksi INKA di Jogja–Klaten: Siap Beroperasi di Jabodetabek
Next Article
Posyandu Desa Macanan Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Kepada Balita Secara Rutin

Related to this topic:

Be the first to write a comment.