Sampang || Bratapos.com - Rekaman suara salah satu tim sukses (Timses) pasangan Cabup-cawabup Sampang Slamet Junaidi-Mahfud atau Jimad Sakteh yang viral di media sosial, resmi diadukan ke polisi.
Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Sigit Nusio Dwiyugo di sela-sela kegiatan Press Release di Mapolres Sampang, Selasa (22/10/2024).
BACA JUGA :
Hukum Tegak Di Hongkong, TKW Indonesia Rasakan Keadilan : Uang Tak Bisa Membeli Hukum
Kepada wartawan Sigit mengatakan, pihaknya menerima pengaduan dari warga berkaitan dengan adanya rekaman suara yang viral yang diduga oknum mantan kades.
"Setelah adanya rekaman suara viral itu ada pengaduan dari warga dan diminta ditindaklanjuti karena menurut warga rekaman suara itu mengandung provokasi, kalau dibiarkan khawatir dapat menimbulkan situasi yang kurang baik di wilayah Sampang," katanya.
Pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap oknum mantan kepala desa tersebut untuk dimintai klarifikasi. Karena kalau didengarkan bersama saya yakin rekan-rekan media juga mengerti kalau dalam rekaman suara tersebut ada bahasa ajakan untuk melakukan pelanggaran atau hal-hal yang kurang baik.
Misalnya, ajakan untuk membawa senjata tajam dan ajakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan atau pekerjaan yang ilegal atau melanggar hukum. Kalau seandainya itu rekaman suara itu diterima oleh masyarakat awam, khawatir bisa menimbulkan konflik.
"Kami akan lakukan klarifikasi terhadap oknum mantan kepala desa tersebut apakah betul itu di rekaman itu suara yang bersangkutan apa bukan. Intinya akan kami tindak lanjuti," tegas Sigit.
Pihaknya juga mengajak masyarakat Kabupaten Sampang untuk kompak menjaga suasana yang kondusif selama penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024.
Sigit mengatakan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama berlangsungnya pilkada pada November mendatang.
"Tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan dan elemen masyarakat lainnya sangat membantu Polri untuk menyampaikan suksesnya Pilkada 2024," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman suara salah satu timses Paslon Jimat Sakteh tersebar luas di media sosial. Rekaman suara itu dinilai dapat memicu ketegangan yang berujung konflik menjelang Pilkada 2024. Bagaimana tindak, dalam rekaman suara berdurasi 7 menit 16 detik itu terdengar suara seorang pria yang diduga merupakan mantan Kades Jrangoan Ali Mustofa.
Dalam rekaman suara itu, pria yang diduga Ali Mustofa itu bilang kepada seluruh tim pendukung Cabup-cawabup Slamet Junaidi-Mahfud atau yang disebut Jimad Sakteh bahwa panitia pemilihan suara (PPS) Pilkada Sampang berjumlah 548 PPS. Dari jumlah tersebut, 333 PPS milik paslon Jimad Sakteh.
"Jadi kalau paslon Kiai Mamak-Mas Ab (Mandat) punya basis panitia. Jimad Sakteh juga punya basis panitia. Cuma bedanya, kalau calon sebelah meskipun tidak ada dibilang ada sementara Jimad Sakteh meskipun ada takut yang mau bilang ada," kata pria di voice note itu.
Kemudian, lanjut dia, berkaitan dengan keamanan, pihak kepolisian 95 persen tetap akan mengamankan suara paslon yang mendapat tandatangan atau dukungan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Bedanya lagi, tim Mandat itu meskipun takut tapi memberanikan diri. Tapi kita (Jimad Sakteh) meskipun berani berpura-pura takut," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, perlu diketahui bahwa paslon Jimad Sakteh mempunyai dukungan besar dari kepala desa di Sampang. Ada 120 kepala desa yang mendukung pasangan Jimad Sakteh.
"60 persen kepala desa dukung Jimad Sakteh. Itu valid, tapi tidak koar-koar. Jadi harus tetap semangat, jangan pernah takut. Kalau ada kecurangan, kita tentunya lebih jago," ujarnya.
Tak sampai disitu, ia juga menghimbau kepada seluruh tim paslon Jimad Sakteh agar membawa sajam untuk keamanan diri Dirinya mengaku selalu terbiasa membawa sajam bahkan semua jenis sajam ada di dalam mobilnya.
"Se biasa nyikep, ngireng nyikep (yang terbiasa bawa sajam, silahkan bahwa). Jangan khawatir, saya juga selalu bawa kemana-mana, tapi disimpan di mobil karena tak terbiasa diselipkan di badan," ungkapnya.
Dia mengaku selama ini dirinya tidak pernah mendapat intimidasi dari pihak manapun dan juga tidak pernah mempunyai masalah yang berkaitan dengan hukum.
"Terkait intimidasi. Saya ini punya pekerjaan atau usaha pabrik rokok ilegal, kerja proyek atau punya CV, kerja proyek Pokmas dan juga jabat Kades. Tapi sampai sekarang aman-aman saja. Jadi kepada semua tim jangan pernah takut, sudah waktunya kita tampil," seluruhnya.
Pewarta : Mufar
Prev Article
Luthfi Sebut Lotim Punya Sumber Daya Melimpah Untuk Sejahterakan Masyarakat
Next Article
Jelang Debat Perdana Pilgub NTB 2024, Paslon Siap Adu Ide & Gagasan Untuk Kesejahteraan Masyarakat NTB