BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi kembali menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan dan peradaban Islam dengan menggelar “Festival Hari Santri Nasional (HSN) 2025”, yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Oktober 2025.
Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, festival ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk memperkuat peran mereka dalam membangun bangsa, mengembangkan keilmuan, serta meneguhkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah tantangan global.
BACA JUGA :
HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat
Ketua Panitia, Muhammad Ibrahim atau yang akrab disapa Baim, menjelaskan bahwa Festival HSN 2025 dirancang sebagai ajang integratif antara pendidikan, seni, dan nilai religiusitas.
“Kami ingin menghadirkan semangat Hari Santri dalam bentuk yang nyata. Tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga wadah untuk menyalakan kembali semangat belajar, berkompetisi, dan berkontribusi bagi negeri,” ujar Baim, saat di konfirmasi Bratapos.com, Selasa (14/10/2025).
Rangkaian Lomba Hari Pertama
Festival akan dibuka pada Senin (20/10/2025) dengan berbagai lomba edukatif dan kreatif yang melibatkan pelajar serta santri dari berbagai lembaga pendidikan se-Kabupaten Banyuwangi.
Tiga kategori lomba utama yang digelar antara lain:
1. Lomba Try Out Tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA
▪︎ Peserta: siswa aktif se-Kabupaten Banyuwangi (maksimal 5 per sekolah)
▪︎ Materi ujian: TKA (Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris)
▪︎ Waktu: Senin, 20 Oktober 2025, pukul 09.00–11.00 WIB
▪︎ Tempat: Gedung SMP Kader Adz-Dzikra
▪︎ Pendaftaran: 10–19 Oktober 2025
2. Lomba Poster Tingkat SD/MI Sederajat bertema “Semangat Santri, Lentera Bangsa”
▪︎ Waktu: Senin, 20 Oktober 2025, pukul 07.30 WIB
▪︎ Tempat: Gedung SMP Kader Adz-Dzikra
▪︎ Pendaftaran: 6–17 Oktober 2025 melalui link https://forms.gle/ffeoGHjQUusLaRc39
3. Lomba Kaligrafi
▪︎ Peserta: siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Banyuwangi
▪︎ Waktu: Senin, 20 Oktober 2025, pukul 08.00–13.00 WIB
▪︎ Tempat: Aula Al-Ahwa Ponpes Adz-Dzikra
▪︎ Pendaftaran: 10–19 Oktober 2025
Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000, dengan hadiah berupa trophy, piagam penghargaan, dan uang pembinaan bagi para pemenang.
Bahtsul Masail dan Festival Kitab Kuning
Memasuki hari kedua, Selasa (21/10/2025), kegiatan berlanjut dengan Bahtsul Masail dan Festival Kitab Kuning, dua tradisi ilmiah khas pesantren yang menjadi ajang diskusi para santri dan ulama muda untuk membahas berbagai persoalan keagamaan dan sosial.
Menurut Baim, forum tersebut menjadi sarana penting bagi santri untuk berlatih berpikir kritis, argumentatif, dan kontekstual.
“Bahtsul Masail bukan sekadar latihan debat agama, melainkan latihan berpikir etik, logis, dan berkeadaban. Inilah jati diri santri: berpikir ilmiah, berhati bersih, dan berjiwa sosial,” jelasnya.
Puncak Acara dan Pesan Para Tokoh
Puncak festival akan digelar pada Rabu (22/10/2025) di halaman utama Pondok Pesantren Adz-Dzikra, Jalan Kepiting No. 35, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi.
Rangkaian acara puncak meliputi Seminar Keagamaan Nasional dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, ulama, dan praktisi pendidikan Islam. Malam harinya, festival akan ditutup dengan Malam Puncak HSN 2025 yang dikemas dalam nuansa budaya dan spiritualitas santri.
Ketua Yayasan Ponpes Adz-Dzikra sekaligus penanggung jawab kegiatan, Dr. Isyarofah Amaliyah A., S.H., M.H., C.L.A., menegaskan bahwa peringatan Hari Santri kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah pemberdayaan santri di era modern.
“Santri tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu. Hari Santri harus menjadi momentum transformasi menuju generasi berilmu, mandiri, dan berkontribusi global,” ujar Isyarofah.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Adz-Dzikra, KH. Ir. Ahmad Wahyudi, S.H., M.H., menyampaikan pesan reflektif tentang makna Hari Santri.
“Santri hari ini harus menjadi pelopor peradaban. Mengawal kemerdekaan Indonesia dengan ilmu, akhlak, dan karya nyata untuk dunia. Itulah jihad santri masa kini,” tegasnya.
Beliau berharap semangat Hari Santri 2025 dapat memperkuat literasi keislaman, nasionalisme, serta kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Santri sebagai Pilar Peradaban
Festival Hari Santri Nasional 2025 juga menjadi ruang kolaborasi antar-lembaga pendidikan Islam di Banyuwangi. Selain menjadi ajang kompetisi dan pembelajaran, kegiatan ini mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kebersamaan antar-santri dari berbagai wilayah.
“Kami berharap kegiatan ini melahirkan semangat persaudaraan dan kolaborasi lintas pesantren. Sebab, dari santri yang berpikir besar dan berjiwa luhur, akan lahir peradaban besar,” pungkas KH. Ahmad Wahyudi.
Dengan semangat “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global, generasi penerus ulama serta penjaga nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan di era modern. (rag/bp-bwi)