Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Pj Gubernur Minta FKUB Periode 2024-2029 Tingkatkan Upaya Menjaga Kerukunan dan Kedamaian Antarumat

SEMARANG||Bratapos.com  – Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah periode 2024-2029 di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur pada Senin, 24 Juni 2024.

BACA JUGA : Puluhan GEN Z Kelapa Dua ikut Seleksi Calon PASKIBRAKA 17 Agustus 2026

"Baru saja, kami melakukan pengukuhan pengurus FKUB. Ada 21 orang pengurus periode 2024-2029," ucapnya di sela pengukuhan. Pj Gubernur menjelaskan, FKUB merupakan gabungan dari kelompok-kelompok agama yang berbeda. Meskipun begitu, mereka memiliki tujuan yang sama untuk memudahkan seluruh masyarakat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan dengan baik. Dengan demikian, harapannya FKUB Jateng mampu menjembatani dialog antarumat beragama di Jateng, baik yang dilakukan oleh para tokoh agama maupun masyarakat. "Intinya adalah saling menghormati dan menghargai antarumat beragama," kata Pj Gubernur. Ia juga berharap, kepengurusan FKUB yang baru bisa lebih baik, kompak, dan terus berupaya menjaga sinergi dengan instansi-instansi lain. Selain itu, Pj Gubernur berpesan agar kedamaian antarumat dapat terus dijaga. “Kita harapkan, adanya peningkatan dalam upaya menjaga, memelihara, dan meningkatkan kerukunan antarumat beragama," katanya. Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur juga meminta FKUB Jateng untuk ikut serta mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai di Jawa Tengah. Sebab, tahun ini akan diselenggarakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota secara serentak. Oleh karena itu, sinergi FKUB dengan pemerintah daerah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan lainnya sangat dibutuhkan. “Kita berharap pada FKUB, untuk lebih meningkatkan perannya terkait masalah SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), yang kadang diangkat oleh kelompok (yang memiliki) kepentingan tertentu, sehingga berpotensi menjadi konflik horizontal," tegas Pj Gubernur. Sementara itu, Ketua FKUB Jateng, Imam Yahya mengatakan, forum keagamaan ini memiliki posisi strategis untuk mewujudkan kedamaian Jateng. Ada beberapa program yang dipersiapkan untuk mencapai situasi tersebut, antara lain mengadakan dialog antarumat beragama, kegiatan inklusif yang diikuti oleh semua warga, serta meningkatkan jejaring dan kerja sama dengan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya. "Selain itu, juga (dilakukan) sosialisasi pentingnya toleransi, di tengah masyarakat dan antarumat beragama," ucap Imam. Ia juga sependapat bahwa potensi konflik SARA memang harus dicegah. Sebab, apabila tidak segera ditangani, persoalan ini akan berdampak sangat besar di masa yang akan datang. "Melalui FKUB ini, diharapkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan antarumat beragama bisa tetap tenang, sehingga Pilkada ini justru bisa menjadi perekat antarumat di Jawa Tengah," kata Imam. (Arifin)
Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Mafia BBM Bersubsidi Kuras SPBU di Ngawi, Polres Ngawi Harus Turun Tangan
Next Article
Selesai Gelar Acara Stand Up Comedy, Polri: Kritik Kita Tindaklanjuti

Related to this topic:

Be the first to write a comment.