Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Oknum PPK Aniaya Anggota PPS Desa Penyerangan Syok Berat Hingga Alami Sakit

SAMPANG || Bratapos.com. Seorang anggota panitia pemungutan suara (PPS) Desa Panyirangan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota panitia pemilihan kecamatan (PKK) inisial (R).

BACA JUGA : Pembinaan Oleh Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri RA Di Hongkong Berlangsung Khidmat Semangat Pengamal WAHIDIYAH Makin Kuat

Kejadian tersebut pada Rabu (24/1/2023) malam di kantor kecamatan Pangarengan. lantaran PPK dan PPS tak sejalan prihal lokasi sekretariat PPS.

Akibat peristiwa penganiayaan itu korban Khoirul Amal mengalami syok berat hingga jatuh sakit.

Berdasarkan keterangan dari korban, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada saat PPK dan PPS Pangarengan melaksanakan kegiatan rapat internal terkait dengan perubahan lokasi Sekretariat PPS di dusun Anyer.

Rapat internal yang berlangsung di kantor kecamatan itu dihadiri lima anggota PPK yang terdiri dari ketua dan anggota dan tiga 3 anggota PPS.

"Kejadiannya itu semalam pas waktu acara rapat di kantor kecamatan," kata Khoirul Amal, Kamis (25/1/2024).

Amal menuturkan, rapat terkait pemindahan lokasi sekretariat PPS berjalan alot. Sebab, PPK dan PPS tak sejalan. Pihaknya menginginkan agar lokasi sekretariat PPS tidak dirubah dan tetap ditaruh di dusun Anyer.

Sementara, ketua PPK tak setuju dan minta dipindah ke lokasi lain, bahkan saat itu ketua PPK sampai mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak etis.

"Akhirnya disitu terjadilah cekcok dan anggota PPK inisial R itu langsung memukul kepala saya sampai saya jatuh, dan sekarang kepala saya masih terasa sakit," tutur Amal.

Pasca mengalami peristiwa penganiayaan tersebut, pihaknya didampingi keluarga langsung mendatangi Mapolres Sampang untuk laporan. "Laporannya sudah masuk dan semoga cepat diproses," ujarnya.

Pewarta far

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Merajut Harmoni Tingkatkan Sinergitas, Polresta Banyuwangi Gelar Olahraga Bersama Forkopimkda dan Awak Media
Next Article
Jebeng Thulik Duta Wisata Perkembangan Banyuwangi, Bupati Ipuk: Tumbuhkan Inspirasi Bagi Banyak Orang

Related to this topic:

Be the first to write a comment.