BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah tingkat Kecamatan (Musrenbangcam RKPD 2027) di Aula Rempeg Jogopati, Rabu (28/1/2026). Forum strategis ini menjadi titik awal penajaman arah pembangunan Banyuwangi tahun 2027, dengan fokus utama pada penguatan daya saing sumber daya manusia (SDM), pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta pembangunan infrastruktur yang inklusif dan tepat sasaran.
Musrenbangcam diikuti seluruh camat dan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) se-Banyuwangi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa dan kelurahan. Forum ini menjadi wadah penyelarasan usulan pembangunan dari desa dan kelurahan agar sejalan dengan prioritas daerah.
BACA JUGA :
DPRD Buru Paripurna KUA PPAS Tahun 2027 Bersama Pemda
Tiga Arah Utama Pembangunan Banyuwangi 2027
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, pembangunan Banyuwangi pada 2027 diarahkan pada tiga pilar utama. Yakni, peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan, penguatan pariwisata sebagai pengungkit ekonomi, serta infrastruktur yang mendukung akses ekonomi dan pelayanan publik.
“Pendidikan dan kesehatan tetap menjadi urusan wajib daerah. Sementara pariwisata akan terus menjadi umbrella pembangunan Banyuwangi, untuk menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Ipuk.
Delapan Program Prioritas RKPD Banyuwangi 2027
Secara rinci, Ipuk memaparkan delapan prioritas program pembangunan yang akan dijalankan Pemkab Banyuwangi pada 2027.
1. Peningkatan Kualitas SDM dan Daya Saing Tenaga Kerja
Fokus pada pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu pembelajaran, serta penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan masa depan.
“Penguatan pendidikan vokasi, keterampilan, dan literasi digital menjadi kunci. Camat harus memastikan perencanaan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di wilayahnya,” ujar Ipuk.
2. Penguatan Layanan Kesehatan dan Penurunan Stunting
Meliputi penguatan layanan kesehatan dasar, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit degeneratif.
“Kasus penyakit degeneratif seperti diabetes melitus dan TBC masih tinggi. Ini harus menjadi perhatian kita bersama dan diselesaikan secara serius,” kata Ipuk.
3. Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dan UMKM Naik Kelas
Ipuk meminta seluruh camat, kepala desa, dan lurah menjaga citra pariwisata Banyuwangi dengan memastikan lingkungan yang bersih, ramah, aman, dan tertib, sekaligus mendorong UMKM agar naik kelas.
4. Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan dan Inklusif
Pembangunan difokuskan pada akses jalan menuju pusat ekonomi dan layanan publik dengan skala prioritas yang jelas.
“Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, pembangunan jalan tetap akan kita validasi melalui mekanisme Pagu Indikatif Kecamatan (PIK),” tegasnya.
Sementara itu, usulan non-infrastruktur seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi akan diperjuangkan melalui RKPD agar memperoleh dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
“Strategi ini kita tempuh, agar peluang pendanaan lebih besar,” imbuh Ipuk.
5. Reformasi Perlindungan Sosial
6. Peningkatan Produktivitas Pertanian dan Ketahanan Pangan
7. Digitalisasi Layanan Publik, Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Ketahanan Bencana
8. Penguatan Harmonisasi Sosial dan Kondusivitas Wilayah
Penanganan Kemiskinan Jadi Atensi Khusus
Di akhir arahannya, Ipuk menekankan pentingnya penanganan kemiskinan daerah secara lebih terarah, terintegrasi, dan berbasis data.
“Kami berharap, angka kemiskinan terus menurun melalui intervensi yang tepat sasaran. Ini membutuhkan sinergi seluruh pihak, dari pemerintah hingga masyarakat,” pungkasnya.
Dengan Musrenbangcam RKPD 2027 ini, Pemkab Banyuwangi menegaskan komitmen menjaga kesinambungan pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, daya saing SDM, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (rag/bp-bwi)
Prev Article
ASN Banyuwangi Temukan Kebahagiaan Batin Lewat Program “ASN Berbagi”, Gotong Royong Turunkan Kemiskinan
Next Article
Diduga Mark-Up Pembangunan Jalan Aspal Desa Grinting, Anggaran Rp300 Juta Dipertanyakan