Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Merajut Toleransi di Siliragung, Satgas TMMD ke-125 dan Warga Bersatu Percantik Pura

BANYUWANGI || Bratapos.com — Kebersamaan lintas iman kembali terpatri indah di Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi. Pada Jum'at (15/8/2025), Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 bersama warga setempat bergotong royong melakukan pengecatan Pura, simbol tempat ibadah umat Hindu.

Di bawah teriknya matahari, prajurit TNI dan masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan saling bahu-membahu mengayunkan kuas, menata ulang warna, dan mempercantik tampilan pura. Sesekali terdengar canda tawa yang memecah kelelahan, menandai eratnya persaudaraan yang telah lama terjalin.

BACA JUGA : MIO Indonesia Dukung Ombudsman Bongkar Fasilitas Istimewa di Lapas Cibinong, Desak Dirjenpas Turun Tangan

Komandan Satgas TMMD ke-125, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., sekaligus Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pekerjaan fisik.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun ikatan sosial. Pengecatan pura ini adalah bukti bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk bekerja sama demi kebaikan bersama,” ujar Letkol Arh Joko Sukoyo.

Ia menambahkan, kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi inti dari TMMD.

“Kami ingin semangat ini tetap hidup, tidak hanya di Siliragung tetapi juga menginspirasi desa-desa lain di seluruh Indonesia,” harapnya.

Tokoh masyarakat Desa Siliragung yang turut serta dalam kegiatan ini, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih.

“Kehadiran TNI memberi energi positif bagi kami. Pura kami kini tampak lebih indah, dan hubungan antar warga semakin hangat. Ini adalah wujud toleransi yang nyata, bukan sekadar slogan,” ungkapnya.

Pengecatan pura ini menjadi salah satu sasaran non-fisik TMMD ke-125 yang selain mempercepat pembangunan desa, juga memperkuat kohesi sosial di tengah kemajemukan masyarakat. 

Melalui aksi sederhana namun sarat makna ini, Desa Siliragung kembali membuktikan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang dapat dirawat bersama, demi persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Eks Anggota Jamaah Islamiyah Asal Sumenep Ajak Jaga Persatuan di HUT ke-80 RI
Next Article
Politik Desa yang Menikam dari Belakang

Related to this topic:

Be the first to write a comment.