Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

LEMKARI Bangkit di Bumi Blambangan, Ujian Kyu Perdana Jadi Momentum Sejarah

BANYUWANGI || Bratapos.com — Perguruan Karate-do LEMKARI (Lembaga Karate-do Indonesia) kembali menunjukkan eksistensinya di Kabupaten Banyuwangi. Kebangkitan perguruan ini ditandai dengan digelarnya Ujian Kyu perdana yang diselenggarakan oleh Dojo Bhree Wirabumi pada Minggu (22/6/2025), bertempat di Aula Sidqi Maulana, Pondok Pesantren Adz Dzikra, Banyuwangi.

Sebanyak 40 peserta, yang mayoritas merupakan santriwan dan santriwati, mengikuti ujian tersebut dengan penuh semangat. Selama dua hari penuh, para atlet muda ini menjalani rangkaian tahapan penilaian teknik dan gerakan, di bawah pengawasan langsung Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Lemkari Jawa Timur, Muhamad Rafi, yang juga hadir sebagai penguji utama.

BACA JUGA : Arek-arek FC Surabaya Juara Dandim Cup I 2026 KU-10, MSA Soccer Academy Madiun Raih Juara Bersama

Muhamad Rafi menyebut, kembalinya Lemkari di Banyuwangi adalah momentum penting setelah vakum cukup lama.

“Terakhir saya datang ke Banyuwangi kisaran tahun 2012. Baru beberapa bulan lalu saya dihubungi kembali, dan alhamdulillah hari ini Lemkari Banyuwangi resmi bangkit lagi. Ini semacam reborn, kebangkitan spiritual dan fisik dari sebuah perguruan tua yang telah melahirkan banyak atlet,” ujar Rafi.

Menurutnya, ujian kali ini mencakup turun Kyu, yaitu sistem kenaikan tingkat atau sabuk di internal perguruan karate-do Lemkari.

“Tadi saya lihat ada beberapa anak yang dari sabuk putih sudah bisa menunjukkan teknik yang baik. Ada yang langsung saya naikkan ke hijau,” ungkapnya.

Muhamad Rafi sendiri saat ini menyandang sabuk hitam Dan 5, salah satu tingkatan tertinggi dalam Lemkari Jawa Timur. Ia menekankan bahwa ke depan kegiatan ini tidak hanya untuk kalangan santri, tetapi akan dibuka untuk umum dan pelajar dari berbagai sekolah di Banyuwangi.

Sementara itu, Ketua Lemkari Cabang Banyuwangi, Isyrofah Amaliyah Achmad, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak awal dari regenerasi atlet karate di Bumi Blambangan.

“Persiapannya cukup panjang, sekitar satu bulan. Para atlet kami latih intensif agar siap menjalani ujian. Ini adalah titik tolak kebangkitan Lemkari Banyuwangi, dan kami serius membangun sistem yang berkelanjutan,” jelas Isyrofah.

Ia juga menyebut, dengan dukungan berbagai pihak, Lemkari Banyuwangi menargetkan bisa aktif mengisi ruang-ruang pembinaan olahraga bela diri di sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat umum.

Meski demikian, Rafi tak menampik adanya tantangan besar yakni mempersiapkan pelatih-pelatih handal yang siap membina para atlet di Banyuwangi.

"Harapan kami, ada distribusi pelatih dari Forki maupun kolaborasi dengan lembaga-lembaga lokal agar latihan bisa menjangkau lebih luas,” harap Rafi.

Ia juga menyambut baik rencana digelarnya Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Forki Banyuwangi yang dijadwalkan sekitar bulan November 2025. Rafi berharap Lemkari Banyuwangi bisa ikut berpartisipasi dan bahkan mencetak juara, sebagai pembuktian sekaligus promosi untuk menarik lebih banyak minat masyarakat.

Sebagai informasi, Lemkari adalah salah satu perguruan karate tertua di Indonesia dan telah melahirkan banyak atlet nasional. Lemkari bernaung di bawah FORKI (Federasi Olahraga Karate-do Indonesia) yang beraliran Shotokan, bersama 25 perguruan karate lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Di Indonesia, Lemkari menjadi bagian dari sejarah panjang pembinaan karate yang disiplin dan berkarakter,” pungkas Rafi.

Kebangkitan Lemkari di Banyuwangi bukan sekadar soal olahraga semata. Lebih dari itu, ia mengusung semangat kedisiplinan, pembentukan karakter, dan regenerasi atlet bela diri yang tangguh. Dengan komitmen yang kuat dan visi yang terarah, bukan hal yang mustahil jika Lemkari Banyuwangi kembali tampil sebagai poros pembinaan karate yang disegani di Jawa Timur. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Baru Berusia Seumur Jagung Proyek Rehabilitasi Waduk Tlogowaru Diduga Sudah Porak Poranda Ramai Jadi Sorotan Masyarakat
Next Article
Penumpang KA Daop 7 Madiun Meningkat hingga 15 Persen pada Awal Libur Sekolah 2024/2025

Related to this topic:

Be the first to write a comment.