Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

KOTASI TOLAK TRANSPORTASI ONLINE MASUK KE DAERAH WISATA SENGGIGI SELAIN DARI GRAB-CAR SENGGIGI

KOMENTAR 1782

 

 

BACA JUGA : Warung Kopi Asem di Banyuwangi Ludes Terbakar Dini Hari, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Lombok Barat, NTB||bratapos.com--Koperasi Transportasi wisata Senggigi menolak masuknya Transport online (Go-car, Maxim, Indrive dll) Selain daripada Grab-Car masuk ke wilayah wisata senggigi hususnya.

Penolakan oleh ratusan sopir pariwisata senggigi (Kotasi) diwarnai dengan sweeping dan pemasangan banner larangan, hal ini dilakukan lantaran pengelola Transportasi wisata senggigi/ lokal merasa dirugikan dengan kehadiran transportasi tersebut.

Pengurus Kotasi senggigi sekaligus sebagai wakil ketua, "Lalu. Mustiadi", Ahad (8/06) menyatakan, bahwa selama ini bahkan pernah pihaknya menyampaikan langsung permasalahan yang terjadi dilapangan sekalipun via Whatsap langsung kepengurus transportasi online yaitu management Go-Car pusat.

"Selama ini kami dari kotasi senggigi welcome saja dengan masuknya transportasi online diwilayah wisata senggigi ini, namun dikarenakan beberapa permasalahan yang menurut kami sangat tidak sesuai dengan apa yang menjadi kesepakatan bersama, yaitu tantang tarif dan pembatasan zona yang menurut kami sangat dirugikan terhusus kami Transportasi wisata senggigi ini, berbeda dengan sistem management dari  Grab-Car yang kami jalankan hingga saat ini.

selama ini kami Kotasi senggigi punya paguyuban dan AD/ART yang harus kami ikuti dan jalankan bersama, dan sampai kini transportasi online selain dari pada grab-car senggigi sangat jelas merugikan kami yang beroperasi didaerah wisata senggigi ini, dikarenakan harga yang tidak kompetitif, "tegasnya.

Ditempat yang sama, "Pak.Nurudin", selaku ketua penasehat Kotasi senggigi mengungkapkan, bahwa Melihat signifikannya dampak transportasi berbasis IT, pihaknya bersama ratusan sopir transportasi wisata senggigi / lokal lainnya sepakat menolak masuknya transportasi online kewilayah pariwisata senggigi ini hususnya, seperti (Go-Car, Maxim, Indrive dll), selain dari pada Grab-Car senggigi.

"Kami ingin memberdayakan masyarakat lokal diwilayah senggigi ini, sementara kalau transportasi online tidak memiliki batasan wilayah yang jelas, "Ucapnya

Bentuk penolakan ini pihaknyapun sudah memasang banner pada sejumlah titik strategis. Salah satu banner yang terpasang berisi tulisan " KAMI MENOLAK TAKSI ONLINE DIKAWASAN SENGGIGI SEPERTI: GO-CAR, MAXIM, INDRIVE DLL KECUALI GRAB-CAR SENGGIGI", kemudian dibagian bawah banner ditambahi tulisan "DROP ONLY".

Ketua Transportasi Wisata Senggigi, "H.Muh.Tauhid" Menambahkan bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah akomodasi yang ada diwilayah senggigi hususnya, untuk tidak membiarkan transportasi online selain Grab-Car senggigi mangkal dilokasi tersebut.

"Hanya didaerah senggigi ada sejumlah hotel dan akomodasi lain, sedangkan wilayah pariwisata lainnya juga pasti memberlakukan hal yang sama juga, "bebernya.

Disampaikan hasil koordinasi, bahwa pihak hotel sudah sepakat dan akan menyampaikan kepada tamu tamu yang berkunjung untuk menggunakan transportasi Kotasi Senggigi / lokal. "Karena ini sudah menjadi kesepakatan, kalau sampai ada yang melanggar pasti akan kami peringatkan bahkan berikan sanksi sekalipun.

Kami dari Komunitas Transportasi Lokal ( KOTASI ) menghormati semua Komunitas Driver yang lain, oleh karena itu Perlu kita saling menghargai wilayah kerja masing masing, agar tercipta pemerataan secara menyeluruh, demi menjaga persaingan secara sehat dan menghindari gesekan yg tidak perlu antar Komunitas yang ada.” Tutupnya.

 

By : Omenz80

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Warga Cengkong Resah: Denda Sewa Lahan PT KAI Dinilai Sepihak dan Tanpa Musyawarah
Next Article
Yayasan Insan Mandiri Rayakan Idul Adha Dengan Potong Hewan Kurban

Related to this topic:

Be the first to write a comment.