Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Kisah Tanggap Seorang Ojol (Gojek) Peduli Kemanusiaan

KOMENTAR 1385

BATULAYAR-LOBAR, NTB||bratapos.com - Kisah Pak.Junaidi /"Bang.juna (sappan), seorang Ojol (Gojek) Yang banyak Membantu Warga Miskin sakit untuk Berobat. Keterbatasan bukanlah menjadi hambatan untuk membantu siapapun yang membutuhkan pertolongan. Semangat itulah yang terasa dari Bang. Juna (47 tahun) warga Dsn.Batu bolong Duduk, Desa Batulayar Barat kec. batu layar Kab.Lombok Barat. 

Kekurangannya bukan menjadi halangan dalam membantu secara sukarela setiap warga tidak mampu yang membutuhkan bantuan pengobatan / perwatan di rumah sakit. "Bang.Juna bukanlah seorang yang mampu secara materi, bahkan dengan keterbatasan yang dimilikinya, beliau masih mampu menjadi harapan bagi sebagian warga miskin di sekitarnya.

BACA JUGA : Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Soroti Pertimbangan Hukum MK dalam Gugatan Syarat Pencalonan Gibran

Sudah beberapa warga tidak mampu dibantu oleh bang.juna ketika sakit dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Mulai dari mengantar ke rumah sakit, mengurus administrasi perawatan sampai mengantar pulang ketika sudah dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit.

Aksi mulia tersebut dimulai sejak lama, terlebih di saat bang. juna memulai profesinya sebagai ojol (Gojek).

Berdasarkan pengalaman itulah, bang.juna bertekad untuk membantu siapapun yang mengalami kesulitan yang sama, khususnya permasalahan dalam hal pelayanan, baik dalam hal administrasi dan lainnya pada rumah sakit.

Menurut penuturan bang.juna pada saat ditemui oleh awak media bratapos.com, dirumahnya langsung di kampung batu bolong duduk, desa batulayar barat Kabupaten lombok Barat, kejadian yang dialami oleh salah satu warga/ tetanggannya langsung dalam beberapa hari kemaren atas nama M.SYUKAERI asal Dusun Batubolong Griya, kec.batu layar, sedang menderita penyakit yang begitu parah, bahwa hasil pemeriksaan Dokter di nyatakan kena penyakit kulit sel darah. Dimana penyakit yang di deritanya  disekujur tubuhnya udah mulai agak membusuk, hingga M. Syukaeri terbaring kaku ditempat tidur selama hampir dua bulanan.

Orang tua bahkan keluarga dari M. Syukaeri tersebut mengalami kebingungan karena tidak memiliki biaya untuk membawa anaknya ke rumah sakit, bahkan ke puskesmas terdekat sekalipun, selain itu dikarenakan tidak memiliki BPJS kesehatan dari pemerintah.

Mendengar hal tersebut, bang.juna tanpa berfikir panjang/ ragu langsung  merespon dan bergerak cepat, yaitu  dengan upaya menghubungi kepala dusun setempat, yang kemudian bang.juna langsung mendatangi rumah yang warganya yang sedang terkulai kaku ditempat tidurnya dikarenakan sakit yang begitu parah dideritanya.

Seketika itu tanpa berfikir panjang "bang.juna langsung memposting photo kondisi M.SYUKAERI tersebut melalui salah satu group WA "Batu Layar membangun, dan sentak langsung mendapatkan respont cepat dari beberapa teman-teman peduli di wa group tersebut, tidak terkecuali respont cepat dari bapak.Camat Batu layar langsung." Muhammad Subayin.

Melihat kondisi M.syukaeri, tanpa berfikir panjang bang.juna beserta beberapa teman-temannya langsung membawa pasien ke rumah sakit provinsi NTB dengan menggunakan ambulance Desa senggigi sekalipun. dan seketika itu pula pihak rumah sakit provinsi NTB  langsung menyambut dan menangani dengan baik.

"Hanya dengan berbekal pengalaman sebelumnya saat menguruskan administrasi pengobatan dan perawatan agar mendapatkan pembebasan biaya. Akhirnya dengan upaya bang.juna dan bantuan dari beberapa teman-teman peduli kemanusiaan batulayar langusung mengurus, berupa SKTM dan BPJS ke RT, RW, serta ke kelurahan setempat, bahkan sampai kepada pihak rumah sakit.

Anak tetangga bang juna ahirnya berhasil dilayani dan ditangani perawatan medisnya dengan baik hingga berangsur angsur mengalami perubahan kondisi kesehatannya dan sedikitpun tidak ada dikenakan biaya/bebas biaya.

Aksi tersebut dilakukan oleh Bang.juna ini menjadi sorotan bahkan dia semakin banyak dikenal, karena dengan respon cepatnya dalam membantu setiap warga yang mengalami kesulitan baik dalam bentuk kepengurusan data dan administrasi lainnya di wilayah sekitarnya. Bahkan bang.Juna menjadi harapan warga setempat, utamanya bagi warga yang tidak mampu yang  membutuhkan dan mengalami permasalahan dalam hal pelayanan dan bantuan pengobatan.

“Saya tergerak membantu warga, karena saya merasakan bagaimana bingungnya jika sakit dan perlu perawatan tapi tidak memiliki biaya, saya tahu bahwa pemerintah punya program yang bisa membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan perawatan tanpa biaya. Ucapan terimakasih kepada teman2 relawan peduli kemanusian batu layar, terhusus untuk teman2 yang ikut membantu saya dalam gerakan peduli kemanusiaan ini, dan tak lupa saya ucapkan juga rasa hormat dan rasa terima kasi yang mendalam saya mewakili keluarga yang kena musibah kepada bapak.camat batu layar, "Muhammad Subayin khususnya beserta para "stakeholder lainnya, yang dengan begitu cepat berikan respon dan kepeduliannya." Sekalipun Profesi saya seorang ojol ( Gojek)," Yang terpenting bisa tertangani sajalah dulu.” ungkap Bang.Juna dengan penuh semangat.

Untuk hidup sehari-harinya, bang.juna hanya seorang ojol (Gojek), Melalui hasil ojolnya tersebut dia bisa menyambung kebutuhan hidupnya sehari hari dan sedikit pula bisa memberikan bantuan bagi warga yang membutuhkan, sekalipun dengan tenaganya sendiri.

“Saya yakin rejeki itu datang dari Allah S.W.T, kalo kita ikhlas membantu orang, entah dari mana, pasti ada saja bantuan walau dari jalan yang tidak disangka sangka. ”ungkapnya pula

Ditempat yang berbeda, orang tua bahkan keluarga dari tetangga bang.juna yang sedang mengalami musibah sakit,"M.Syukaeri mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya yang mendalam atas bantuan yang selama ini diberikan kepada anaknya.

“Alhamdulillah anak saya bisa tertangani dengan baik dan tanpa mengeluarkan beban biaya sedikitpun. Anak saya yang hanya sekedar jadi buruh harian lepas, dengan penghasilan yang tidak menentu, tempat tinggal masih menumpang. Waktu anak saya menderita sakit kemaren yang hanya bisa terkapar kaku selama kurang lebih 2 bulan ini, saya  langsung tertangani dan langsung dibawa ke rumah sakit provinsi NTB dan tertangani dengan baik pula oleh dokter di Rumah Provinsi NTB ini, semua kesulitan kami, baik berupa administrasi dan lainnya dibantu oleh bang juna dan teman-temannya juga, hingga sekarang perubahan kondisi anak kami udah mulai agak membaik”.ungkap Orang tua dan keluarga M.Syukaeri.

Kisah bang.juna dan beberapa teman peduli kemanusiaan batulayar ini menjadi inspirasi kita semua bahwa profesi yang kita jalankan bukan menjadi halangan untuk kita berbuat baik antar sesama, "sekalipun saya seorang ojol (Gojek) bukan berarti menjadi penghalang untuk berkontribusi menjadi warga negara yang baik.ungkap bang.juna.

Diharapkan melalui kisah ini dapat menjadi contoh dan motivasi kita semua bahwa untuk berbuat baik itu tidak ada batasnya, selama kita mampu dan ada niat dalam melakukannya maka jalannya pun akan terbuka lebar. Karena berbuat baik akan selalu dinilai berharga walau sekecil apapun itu selama hatinya memang ikhlas untuk membantu sesama.

Kami berharap semoga dengan kejadian seperti itu, mari kita bersama sama membuka mata dan hati kita untuk terus melakukan dan berikan perhatian husus kepada warga masyarakat bawah yang membutuhkan, terhusus bagi warga miskin. Utamanya pelayanan pemerintahan yang baik dan serius, baik pelayanan dari tingkat pemerintahan bawah, yaitu dr tingkat dusun RT/RW , Desa bahkan dtingkap pusat sekalipun, jangan sampe kepedulian terhadap masyarakat miskin terabaikan." Tutupnya

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pemkab Nagan Raya Kembali Serahkan Pompa Air Bantuan Kementan kepada 24 Kelompok Tani
Next Article
Said Lukman Al Hasny, Tidak mempercayai keputusan Negeri Jambi Berarti Tidak Mempercayai Keputusan Negara Republik Indonesia

Related to this topic:

Be the first to write a comment.