Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

KAI Daop 7 Madiun Terapkan Bantalan Sintetis, Kurangi Penggunaan Kayu Demi Lingkungan

Kota Madiun || Bratapos.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Salah satu langkah nyata yang kini dilakukan ialah mengganti bantalan rel berbahan kayu menjadi bantalan sintetis ramah lingkungan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menyampaikan bahwa penggantian bantalan kayu dengan bantalan sintetis dilakukan secara bertahap di berbagai titik jalur rel. Salah satu lokasi terbaru berada di Jembatan 311 Km 125+400 – 125+500 jalur hilir antara Stasiun Bagor–Saradan.

BACA JUGA : CapCut Gelar AI Content Fest 2026, Bawa Talenta Kreatif Indonesia Naik ke Layar Lebar

“Inovasi ini tidak hanya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api, tetapi juga menjadi wujud nyata KAI dalam mendukung pelestarian lingkungan dengan mengurangi ketergantungan pada material kayu,” ujarnya, Senin (13/10/2025).

Menurutnya, hingga Oktober 2025, sebanyak 542 batang bantalan sintetis telah terpasang dari total 1.707 batang yang ditargetkan terpasang tahun ini.

Selain ramah lingkungan, bantalan sintetis juga memberikan manfaat teknis. Material ini mampu meredam getaran dan kebisingan dengan baik, sehingga perjalanan kereta menjadi lebih halus dan senyap ketika melintasi jembatan.

“Bantalan sintetis memiliki daya tahan tinggi, mudah dirawat, serta masa pakainya bisa mencapai lebih dari 50 tahun. Bahkan, materialnya dapat didaur ulang sehingga lebih berkelanjutan,” tambah Zainul.

Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa teknologi bantalan sintetis sendiri pertama kali dikembangkan di Jepang pada tahun 1980, dan kini mulai diadopsi secara luas di dunia perkeretaapian modern.

Selama ini, bantalan kayu masih digunakan di jembatan dengan struktur baja maupun pada wesel untuk menjaga kestabilan rel dan mengurangi getaran. Namun secara bertahap, material tersebut akan digantikan oleh bantalan sintetis yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem serta bahan kimia seperti oli dan solar.

Zainul juga menambahkan, di wilayah kerja Daop 7 Madiun, tiga jenis bantalan rel digunakan sesuai kebutuhan:

Bantalan beton untuk jalur utama,

Bantalan besi untuk jalur simpan,

Bantalan kayu atau sintetis untuk jembatan dan wesel.

Selain itu, sebagai komponen vital, bantalan rel berfungsi menjaga kestabilan lebar rel, menahan getaran, menyalurkan beban kereta ke tanah, serta memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

"Dengan langkah penggantian bantalan ini, kami berharap dapat terus meningkatkan keselamatan operasional sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan," pungkas Zainul.

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Dungaan Masuk Anggin Pertanahan Buru Mau Melakukan Pengukuran Tanpa Di Suru Ahli Waris Wamnebo
Next Article
Kapolresta Banyuwangi Panaskan Lapangan Bulusari, Tim Cobra Menang Dramatis 3–2 di APPM Hebat Cup 2025

Related to this topic:

Be the first to write a comment.