Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dugaan Pemotongan Uang Saku, Bagi Atlit Porpov Mencuat Di Group WhatsApp Kini Ramai Jadi Sorotan Publik.

Tuban || Bratapos.com- Sabtu 28/06/2025- Beredar kabar terkait dugaan pemotongan uang saku atlit Kabupaten Tuban yang mengikuti Porprov di Kabupaten Malang telah menyebar luas di grup WhatsApp kini menjadi sorotan masyarakat.

 

BACA JUGA : Atlet Kabupaten Tangerang, Siap !!! Juara Di PORPROV Banten 2026

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Tuban telah mengirimkan 3 atlit dengan perjanjian uang saku sebesar Rp 1.500.000, namun yang diterima oleh atlit hanya Rp 1.300.000. itupun atlit sudah sampai dilokasi uang saku tersebut belum di transfer.

 

Berdasarkan data yang dihimpun pewarta WhatsApp Grup orang tua salah satu atlit, mengungkapkan kekecewaan adanya dugaan pemotongan uang saku yang ia terima putranya,selain itu ia kecewa terkait lamban pengiriman uang saku tersebut.

 

“Mosok ngirim 3 atlit ke malang untuk ivent Porprov kok di biarkan kleleran. mestinya kalau tidak sanggup membiayai ya gak usah minta-minta tolong untuk berangkat.tuban benar benar parah.padahal biaya Porprov itu sudah didistribusikan dari pusat Senin tanggal 16 Juni kemarin Lo,”.

 

“Parah.Atlit 3 gelintir aja awalnya dijanjikan uang saku 1.500.000 terus dipotong 200.000 lha ini jam 6 pagi di suruh berangkat ke malang.jam segini belum di TF.kasian yang gak di bawain uang saku sama orang tuanya kan.gitu kok disuruh juara 1 .apa dikira nginep dihotel bisa gratis apa.gak main blas,”

 

“Ini anak-anak yang ikut ivent kemarin kan sudah tandatangan uang saku 1.300.000 lha sekarang cuma di cairkan 600.000 sama pelatih disuruh main sak isoe gak usah ngoyo.lha tapi kan taruhannya nama anakku.kalau cuma main asal-asalan ya mending tak suruh boikot saja taruhannya nama.padahal kalau sampai final bisa bisa sampai 2 juta lebih,”Dalam isi pesan WhatsApp orang tua atlit di Grup.

 

Menurut bukti pesan WhatsApp grup, orang tua atlit melontarkan kata-kata yang sangat kecewa dengan adanya pemotongan uang saku tersebut. dari kesimpulan pesan di Grup WhatsAp orang tua atlit berharap ke pemerintah kabupaten Tuban agar meluruskan terkait Mencuatnya pemotongan uang saku atlit oleh pelatihnya.

 

Munculnya kabar melalui pesan id WhatsApp tentang perihal dugaan pemotongan uang saku atlit oleh pelatih yang berasal dari Tuban hal ini menimbulkan perbincangan publik.

 

Masyarakat menuntut transparansi dalam pengelolaan dana untuk atlit dan meminta pemerintah kabupaten Tuban untuk menginvestigasi kasus ini,biar hal serupa tidak terulang kembali.

 

Sementara itu, Oknum pelatih yang diduga memangkas uang saku tiga Atlit hingga berita ini dikabarkan pihaknya belum terkonfirmasi.(Bersambung)

 

Pewarta Brendy

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Festival Geopark Perkuat Sinergi, Bojonegoro Siap Melangkah Sebagai Aspiring UNESCO Global Geopark 2026
Next Article
Kapolresta Banyuwangi Tinjau Langsung Lokasi Pelajar Hanyut di Sungai Badeng

Related to this topic:

Be the first to write a comment.