Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

DPM KM UTM Soroti Kasus Penganiayaan Siswa di Tual, Polres Pastikan Proses Hukum Berjalan

Madura | bratapos.com - Ketua umum Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura (DPM KM UTM) saudara Nuris Solihin menyoroti kasus penganiayaan yang melibatkan oknum anggota Brimob terhadap seorang siswa MTsN berinisial AT (14) di Kota Tual. Kasus ini kini ditangani secara serius oleh Polres Tual.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026. Korban diduga mengalami kekerasan saat melintas menggunakan sepeda motor, yang mengakibatkan korban terjatuh dan mengalami luka serius di bagian kepala. AT sempat mendapatkan perawatan medis di RS Karel Sadsuitubun, namun nyawanya tidak tertolong.

BACA JUGA : Dugaan Kriminalisasi Advokat Don Ritto Mengemuka, Tim PH Desak Dakwaan Jaksa Diuji Secara Objektif

Terduga pelaku diketahui berinisial Bripda MS, anggota Brimob Polda Maluku. Saat ini, yang bersangkutan telah ditahan dan menjalani proses hukum pidana serta pemeriksaan kode etik kepolisian.

Nuris Solihin ketua DPM KM UTM menegaskan bahwa penanganan perkara ini harus dilakukan secara tegas dan Transparan.

“Proses pidana berjalan dan proses kode etik juga berjalan. Jika terbukti bersalah, sanksinya jelas dan tegas,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila terbukti melanggar hukum dan kode etik, pelaku dapat dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari institusi Polri.

Pihak keluarga korban menilai tindakan terduga pelaku sangat berlebihan. Mereka menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.

“Kami menilai ini perlakuan tidak pantas terhadap korban yang masih berumur 14 tahun, seharusnya ditegor dan dibina bukan dilakukan secara kekerasan sampai meninggal" 

Alun

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
PERMAHI DPC Samarinda Desak Transparansi Penanganan Kasus Kematian Pelajar di Tual
Next Article
Dinilai Janggal Soal BUMDes Temoran,Kasi PMD sebut Dana Sudah di Rekening Namun Kambing Tak Ada

Related to this topic:

Be the first to write a comment.