Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

TMMD Hadirkan Jembatan Kehidupan di Siliragung, Sinergi TNI dan Rakyat Buka Sekat Keterisolasian Desa

BANYUWANGI || Bratapos.com — Semangat gotong royong dan optimisme terpancar di wajah warga Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, saat pembangunan jembatan yang menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 terus menunjukkan progres signifikan. Proyek strategis yang berlokasi di Desa Kesilir ini menjadi titik perhatian publik setempat, mengingat peran vitalnya dalam membuka keterisolasian wilayah terutama saat musim penghujan tiba.

Sejak pagi hari, puluhan warga dari berbagai kalangan—ibu rumah tangga, petani, pemuda, hingga tokoh masyarakat—terlihat memadati area pembangunan. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan, tapi juga memberi semangat dan dukungan moral kepada para personel TNI yang bahu-membahu membangun jembatan yang akan menjadi urat nadi perekonomian lokal.

BACA JUGA : Hari Bhayangkara ke-80: Dr. Zaibi Susanto Ajak Polri Wujudkan Tema "Polri untuk Masyarakat" Lewat Keadilan yang Dirasa, Bukan Sekadar Ditegakkan*

“Jembatan ini bukan hanya bangunan fisik, tapi simbol harapan dan kemajuan,” ujar Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., Rabu (6/8/2025).

Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi yang memimpin langsung pelaksanaan TMMD menegaskan, bahwa proyek ini didesain untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan desa tertinggal.

Jembatan ini dirancang sebagai jalur penghubung utama antar-dusun yang sebelumnya sulit diakses saat musim hujan, akibat rusaknya jalan tanah dan tidak adanya infrastruktur penyeberangan permanen. 

"Dengan struktur yang kokoh dan berbahan material berkualitas, jembatan ini diproyeksikan mampu meningkatkan mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan," ungkapnya.

Babinsa Desa Kesilir Posramil 0825/24 Siliragung, Sertu Bambang Darmawan, saat ditemui di lokasi menyatakan bahwa progres pembangunan telah mencapai tahap akhir. 

“InsyaAllah beberapa hari ke depan bisa difungsikan. Kami bersama warga terus bekerja siang malam untuk merampungkan ini,” kata Sertu Bambang.

Salah satu warga, Sumarni (56), tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menuturkan bahwa jembatan ini akan mengubah kehidupan masyarakat sekitar. 

“Dulu kalau musim hujan, kami harus memutar sejauh hampir 10 kilometer untuk membawa hasil panen ke pasar. Sekarang cukup 10 menit. Ini benar-benar seperti mimpi,” tuturnya penuh haru.

TMMD ke-125 di Banyuwangi bukan hanya menyasar pembangunan fisik seperti jembatan, tetapi juga membuka ruang interaksi dan kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Sinergi yang terbangun menjadi kekuatan sosial yang mendorong terciptanya rasa memiliki atas pembangunan, sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di akar rumput.

Tidak hanya itu, keberadaan proyek ini turut memantik pertumbuhan ekonomi warga. Warung-warung kecil mulai bermunculan di sekitar lokasi proyek, memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga setempat. Anak-anak sekolah juga kini lebih mudah menempuh perjalanan ke sekolah tanpa harus menyebrangi sungai berisiko.

Dengan semangat "Dari Desa untuk Indonesia", TMMD di Kecamatan Siliragung telah menjadi potret nyata keberhasilan kolaborasi antara kekuatan pertahanan dan kekuatan rakyat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Haul Mbah Zainal Abidin Disambut Meriah Sunatan Massal, Reog Ponorogo, hingga Ngaji Bareng Warnai Kegiatan
Next Article
BPRS Bhakti Sumekar Luncurkan 'Bebas Ribet Top Up Dompet Digital Dengan BBS Mobile

Related to this topic:

Be the first to write a comment.