Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Rakornas TPAKD Bareng Kementerian dan OJK, Bupati Ipuk Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Daerah

JAKARTA, BRATAPOS.com — Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2025 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Rakornas ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wamendagri Akhmad Wiyagus, serta Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.

BACA JUGA : DPRD Buru Paripurna KUA PPAS Tahun 2027 Bersama Pemda

Dalam arahannya, Menko Airlangga menekankan bahwa TPAKD memiliki peran strategis dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“TPAKD harus hadir untuk mendorong pemerataan ekonomi dan menjadi instrumen pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah,” ujar Airlangga.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan TPAKD mendukung agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sementara itu, Wamendagri Akhmad Wiyagus menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keuangan agar pelayanan publik semakin efektif serta pemerataan ekonomi bisa tercapai.

“Inklusi keuangan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, sedangkan literasi keuangan membantu mereka mengelola keuangan dengan bijak. Keduanya menjadi langkah penting menuju kemandirian ekonomi nasional,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan perlunya memperkuat sektor keuangan daerah untuk mendukung kebutuhan pembiayaan UMKM.

“Kami menyiapkan road map TPAKD 2026–2030 sebagai arah kebijakan strategis, agar TPAKD mampu menjadi katalis pemerataan ekonomi nasional,” ungkap Mahendra.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui peran aktif TPAKD Banyuwangi yang telah terbentuk sejak tahun 2016.

“TPAKD Banyuwangi terus berinovasi memperluas akses keuangan, terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat desa, agar lebih mandiri secara finansial,” kata Ipuk.

Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi bersama OJK Jember telah meluncurkan berbagai program literasi keuangan, pelatihan usaha, dan pendampingan pembiayaan guna meningkatkan kapasitas ekonomi warga.

“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan adalah fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan. Kami ingin masyarakat semakin paham mengelola keuangan dan berani mengembangkan usaha produktif,” tutup Ipuk. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Proyek Sumur Bor Puluhan Juta Rupiah di Magetan Mangkrak, Warga Gagal Nikmati Air Bersih
Next Article
Dungaan Masuk Anggin Pertanahan Buru Mau Melakukan Pengukuran Tanpa Di Suru Ahli Waris Wamnebo

Related to this topic:

Be the first to write a comment.