Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Dibalik Kasus Pencurian dengan Kekerasan di Salatiga

SALATIGA || Bratapos.com - Cerita pencurian dengan kekerasan di Salatiga mengalami twist mengejutkan setelah Polres Salatiga mengungkap fakta baru. 

BACA JUGA : Pimred BRATA POS MEDIA Dr. Zaibi Susanto Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur

Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari, melalui Kasi Humas Polres Salatiga, IPTU Henri Widyoriani saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Diky yang awalnya mengaku sebagai korban begal, rupanya terlibat dalam tawuran dengan kelompok Kali Buket Takkan Mundur (KBTM) di perempatan Salib Putih.

"Diky terpisah dari KBTM dikejar dan dikeroyok oleh 9 pelaku yang mengendarai sepeda motor, menyebabkan luka serius," kata IPTU Henri.

Setelah peristiwa itu, lanjut IPTU Henri, Diky menyatakan dirinya sebagai korban pembegalan dengan kerugian HP, jumper, dan uang.

"Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Salatiga berhasil mengungkap bahwa Diky bukan korban pembegalan, melainkan bagian dari rencana tawuran KBTM dengan kelompok Kopeng," jelasnya.

Di perempatan Salib Putih, KBTM bertemu dengan kelompok lain yang sedang dalam penyelidikan, melakukan tawuran dengan senjata tajam.

IPTU Henri menambahkan, rekaman video membantu mengidentifikasi, dan tim Opsnal berhasil mengamankan 3 pelaku tawuran bersenjata tajam, inisial R (19 tahun), D (21 tahun), dan W (23 tahun) dari kelompok KBTM. Pelaku dari kelompok lain masih dalam pengejaran.

"Ketiga pelaku dihadapkan pada ancaman Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan hukuman 10 tahun penjara," tandasnya.

IPTU Henri menegaskan, kejadian tersebut bukan pencurian atau pembegalan, melainkan tawuran antar dua kelompok dengan senjata tajam. (Arifin)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Rapimprov I SMSI Kepri Sukses, Dorong Semangat Kolektif untuk Tegakkan Marwah dan Eksistensi Media
Next Article
Tingkatkan Pengetahuan Babinsa Hadiri Bimbingan Teknis PPSK

Related to this topic:

Be the first to write a comment.