Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Komplotan Pencuri Dengan Modus Pecah Kaca Mobil Di Ponorogo, Di Hadiah i Timah Panas Saat Berusaha Kabur

PONOROGO || bratapos.com - Pencurian dengan modus pecah kaca mobil sempat gegerkan warga Ponorogo. Aksi nekat para pelaku menggasak uang Rp350 juta milik seorang warga Madiun. Pencurian terjadi disiang bolong,Tepatnya di Jalan Wibisono, Kelurahan Kepatihan, Ponorogo. Senin, (05/05/2025) lalu.

Berdasarkan informasi menyebutkan bahwa korban adalah (RMD), warga Kecamatan Kresek, Kabupaten Madiun, Ia baru saja menarik uang dalam jumlah besar disalah satu Bank, Uang tunai itu disimpan di dalam mobil, yang kemudian parkir tak jauh dari pusat aktivitas kota.

BACA JUGA : Korupsi CSR dan Proyek Pemkot Madiun, Maidi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Rp6,78 Miliar

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo, melalui Unit Resmob, berhasil mengungkap identitas 2 (dua) tersangka masing-masing berinisial (A) dan (T), warga Palembang, Sumatera Selatan. Penangkapan dilakukan lintas wilayah—A diringkus di Probolinggo, dan T dibekuk di Bekasi, Jawa Barat.

"Tersangka utama inisial (A), berperan sebagai eksekutor, berhasil kami amankan di Probolinggo bersama barang bukti. Satu tersangka inisial (T), kami tangkap di wilayah Bekasi,” ungkap Kanit Resmob Satreskrim Polres Ponorogo, IPDA Bambang Santoso, saat dikonfirmasi pada Minggu (18/5/2025).

IPDA Bmbang menambahkan, penangkapan (A) tidak berlangsung mulus. Saat diminta menunjukkan lokasi penyimpanan barang bukti, tersangka justru mencoba kabur. Petugas pun mengambil tindakan tegas dan terukur—sebutir timah panas mendarat di kakinya.

“Tindakan itu kami ambil karena yang bersangkutan mencoba melarikan diri,” tambah Bambang.

Kami menduga, aksi ini bukan pencurian biasa. Modus yang digunakan, mobilitas pelaku lintas kota, dan besarnya kerugian, mengarah pada dugaan jaringan kriminal antarprovinsi. 

“Ini masih terus kita kembangkan. Tidak menutup kemungkinan ada 1-2 pelaku lain yang terlibat dan saat ini masih buron,” tandas Ipda Bambang.

Dengan penangakapan ini, Polres Ponorogo menunjukkan bahwa kerja cepat, lintas wilayah, dan koordinasi antarwilayah menjadi kunci dalam membongkar kejahatan seperti ini. Ponorogo bukan tempat yang aman untuk beraksi.

Polres Ponorogo juga mengimbau untuk tidak menyimpan barang berharga (Uang) di dalam kendaraan, apalagi dalam jumlah besar.

Kejadian ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat: kewaspadaan harus menjadi kebiasaan. Jangan pernah meremehkan kejahatan, apalagi di era di mana mobilitas pelaku makin tinggi dan modus semakin beragam. (Jaya)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Satlantas Bojonegoro Adakan Giat Pengawalan Jenazah Korban Lakalantas Di Karanganyar.
Next Article
Inovasi Terbaru KA Madiun Jaya, Kelas Eksekutif New Generation Tingkatkan Kenyamanan dan Minat Penumpang

Related to this topic:

Be the first to write a comment.