Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Kapal Terbakar di Laut Selatan Lombok, Tim SAR Muncar Evakuasi 25 ABK — 1 Tewas, 7 Luka Berat

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Koordinasi cepat antar unsur maritim dan medis di Banyuwangi berhasil menyelamatkan puluhan nyawa dalam insiden kecelakaan laut yang menimpa KM. Anugrah Indah 18 di perairan selatan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapal penangkap ikan tersebut, dilaporkan terbakar dan tenggelam setelah mengalami ledakan di ruang mesin pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Tim gabungan SAR Muncar, yang terdiri dari Pos TNI AL (Posal) Muncar, Polairud, dan Unit Syahbandar, bergerak cepat melakukan evakuasi korban yang sebelumnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan KM. Viktori Makmur. Para korban tiba di perairan Sembulungan, Muncar, Banyuwangi sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (11/10/2025).

BACA JUGA : Maling Getah Ojol Ketangkap Warga Dan Di Hajar

Kapten kapal KM. Anugrah Indah 18, Kaeran (57), menjelaskan bahwa kebakaran bermula saat kapal mengalami trouble mesin di koordinat 11°07'57" LS / 118°06'67" BT. Saat proses perbaikan dilakukan, muncul asap pekat di ruang mesin, disusul ledakan keras dan kobaran api yang cepat membesar akibat hembusan angin laut.

“Kami berusaha memadamkan api sebisanya, tapi angin kencang membuat api cepat membesar. Kami akhirnya terpaksa meninggalkan kapal,” ujar Kaeran dengan nada lemah saat tiba di Dermaga Muncar.

Sebanyak 25 anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci dan peralatan darurat seadanya. Mereka kemudian diselamatkan oleh KM. Viktori Makmur yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian pada Kamis (9/10/2025) pagi.

Dari total 25 ABK, 1 orang meninggal dunia, 7 mengalami luka berat, dan 17 lainnya selamat.

Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Kasudi (47), warga Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Seluruh korban luka berat segera dievakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi menggunakan empat unit ambulans dari Diskes Banyuwangi, Puskesmas Kedungrejo, Puskesmas Tembokrejo, dan Puskesmas Sumberberas.

Sementara para korban selamat mendapatkan penanganan awal di Dermaga UPT PPP Muncar. Rencananya, nakhoda dan 16 ABK lainnya akan dibawa ke Markas Polairud Banyuwangi untuk pendataan dan pemeriksaan lanjutan.

Proses evakuasi berjalan lancar berkat sinergi lintas instansi. Unsur yang terlibat di lapangan diantaranya Sertu Bek Paijo (Anggota Posal Muncar), Bripka I Wayan Wardhana dan Bripka Waluyo (Polairud Muncar), Ahmad Jaenuri (Syahbandar Muncar), Tim Medis Diskes dan Puskesmas wilayah Muncar, serta Masyarakat nelayan setempat.

Komandan Pos TNI AL (Danposal) Muncar, Lettu Laut (P) Marjun Susanto, mengapresiasi sinergi semua pihak dalam misi kemanusiaan ini.

“Evakuasi ini tidak mudah, mengingat lokasi kejadian jauh di perairan selatan dan kondisi korban yang kelelahan. Namun berkat kerja sama semua unsur, seluruh ABK berhasil kita selamatkan dan tertangani dengan baik,” ujarnya kepada Bratapos.com, Sabtu (11/10/2025).

Ia menambahkan, proses pemantauan kondisi korban serta pendataan lanjutan masih terus dilakukan bersama pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan.

Menanggapi keberhasilan evakuasi tersebut, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap reaksi cepat dan soliditas unsur maritim di lapangan.

“Ini merupakan bukti nyata kesiapan prajurit TNI AL dan sinergitas aparat maritim di Banyuwangi. Dalam situasi darurat di laut, kecepatan koordinasi menjadi faktor penentu keselamatan jiwa manusia,” tegas Letkol Laut (P) Puji Santoso.

Danlanal juga menegaskan bahwa TNI AL akan terus memperkuat sistem deteksi dini dan respons darurat di wilayah perairan selatan Jawa, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur padat kapal perikanan dan rawan kondisi cuaca ekstrem.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan SAR laut berjalan optimal,” pungkas Danlanal.

Hingga saat ini, KM. Anugrah Indah 18 dilaporkan tenggelam di bagian buritan setelah ditinggalkan awaknya. Tidak ditemukan indikasi pencemaran bahan bakar secara signifikan. Namun pihak berwenang tengah berkoordinasi dengan otoritas maritim NTB untuk memastikan lokasi pasti dan kedalaman kapal yang tenggelam.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku pelayaran, agar selalu memeriksa sistem mesin dan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar, terutama bagi kapal penangkap ikan yang beroperasi lintas wilayah. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Turnamen Bola Voli “APPM HEBAT CUP” Resmi Dibuka, 160 Tim Se-Kabupaten Banyuwangi Siap Adu Gengsi
Next Article
Kapolresta Banyuwangi Kombes Rama Samtama Putra Dinobatkan Sebagai “Best Innovator & Visionary Leader 2025”

Related to this topic:

Be the first to write a comment.