Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Hari Kebangkitan Nasional di Kota Madiun, Diwarnai Aksi Demonstrasi Aliansi Aktivis Anti-Korupsi

Kota Madiun || Bratapos.com - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada Selasa, 20 Mei 2025, di Kota Madiun diwarnai oleh aksi demonstrasi damai yang menggugah kesadaran publik. Aksi ini digelar oleh Aliansi Aktivis Anti-Korupsi Kota Madiun di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) sebagai bentuk keprihatinan dan protes terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan anggaran daerah.

Puluhan aktivis yang tergabung dalam aliansi tersebut membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan transparansi, akuntabilitas, serta desakan untuk penegakan hukum terhadap praktik-praktik korupsi yang diduga terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

BACA JUGA : Warung Kopi Asem di Banyuwangi Ludes Terbakar Dini Hari, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Koordinator aksi, Putut Kristiawan, dalam orasinya menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai momen historis belaka, tetapi juga sebagai titik tolak kebangkitan moral bangsa, terutama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berpihak pada kepentingan rakyat.

"Momentum ini harus menjadi refleksi bagi seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah daerah. Jangan biarkan semangat kebangkitan hanya menjadi simbol tanpa implementasi nyata dalam perilaku birokrasi," tegas Putut di hadapan massa aksi.

Ia menilai bahwa adanya indikasi penyalahgunaan wewenang dan anggaran di Kota Madiun perlu diselidiki secara mendalam oleh aparat penegak hukum. Dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), seperti proyek-proyek yang dinilai tidak tepat sasaran serta minimnya pelibatan publik dalam proses perencanaan, menjadi sorotan utama para demonstran.

"Kami mendesak agar aparat penegak hukum dan DPRD selaku fungsi kontrol Pemerintah, untuk mengambil langkah serius untuk menyelidiki dan mengusut tuntas berbagai kasus yang menimbulkan keresahan publik ini. Uang rakyat tidak boleh dijadikan alat untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok tertentu," lanjutnya.

Lebih jauh, Putut juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses perencanaan pembangunan di Kota Madiun. Menurutnya, pelibatan publik bukan sekadar formalitas, melainkan esensi utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang demokratis dan berintegritas.

"Dengan mengusung semangat Hari Kebangkitan Nasional, kami berharap perjuangan kami dapat menggugah kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal jalannya pemerintahan serta menumbuhkan budaya anti-korupsi di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya. (Jhon Mongaz)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Misteri Sungai Marparan Sampang, Wanita Hamil Hilang Saat Nungguin Suami
Next Article
Peringati Harkitnas, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana Ajak Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat

Related to this topic:

Be the first to write a comment.