Pendidikan anak usia dini merupakan masa penting yang sering disebut sebagai golden age, di mana anak memiliki daya serap tinggi terhadap berbagai bentuk stimulasi. Salah satu tantangan di lapangan adalah pengenalan huruf hijaiyah yang masih banyak dilakukan dengan metode konvensional seperti hafalan lisan. Kondisi ini membuat anak- anak cepat merasa bosan dan kurang fokus. Dari permasalahan tersebut, lahirlah kebutuhan akan media pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan agar anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga merasa terhibur. Harapannya, metode ini dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar anak sejak dini.
BACA JUGA :
Puluhan Perusahaan di Kaltim Tidak Becus Urus Lingkungan Hidup; Praktisi Hukum Robertus Antara,S.H Dorong Pemerintah Evaluasi Total.
Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kelompok 08 menghadirkan media pembelajaran inovatif berupa permainan “Memancing Huruf Hijaiyah”. Program ini dilaksanakan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Boro, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sebagai bagian dari pengabdian masyarakat mahasiswa. Media ini dirancang dengan konsep permainan edukatif, di mana huruf-huruf hijaiyah ditempelkan pada gambar ikan, lalu dipancing menggunakan alat sederhana dari sumpit kayu bermagnet. Setiap anak yang berhasil memancing huruf kemudian diminta melafalkan dengan benar. Setiap siswa mendapat tiga kesempatan memancing huruf, baik hasilnya benar maupun salah, sehingga proses belajar tetap adil dan menyenangkan bagi semua anak.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan TK A 14 anak dan TK B 16 anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Boro, dengan jumlah total 30 anak. Setiap siswa mendapat kesempatan tiga kali memancing huruf, baik hasilnya benar maupun salah, sehingga semua anak dapat berpartisipasi secara adil dan tetap merasa senang. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara anak-anak berbaris dalam dua banjar untuk menunggu giliran, sehingga kegiatan lebih tertib, teratur, dan menyenangkan. Guru-guru pun ikut mendampingi, bahkan mencoba secara langsung agar bisa memahami cara penerapannya di kelas. Dengan begitu, media ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga membekali guru dengan metode alternatif yang lebih menarik.
Salah satu guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 menyampaikan tanggapan positif terhadap program ini. “Permainan ini bisa langsung kami terapkan di kelas. Anak-anak jadi lebih fokus dan semangat belajar. Selain itu, metode ini membantu guru mengenalkan huruf hijaiyah dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan,” ujarnya. Respon positif dari pihak sekolah menunjukkan bahwa media ini sesuai dengan kebutuhan di lapangan serta relevan untuk diterapkan secara berkelanjutan.
Ketua Tim Pelaksana KKN-T 08, Excelia Citra Putri, juga menegaskan manfaat dari media ini. “Selain menghadirkan keseruan, pembelajaran juga lebih mudah dipahami karena disampaikan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Harapannya, media ini dapat terus digunakan oleh guru setelah kami selesai bertugas di sini,” ungkap Excelia. Pernyataan ini menekankan bahwa keberlanjutan program sangat penting agar manfaatnya tetap dirasakan meski masa KKN telah berakhir.
Dampak positif dari penerapan media “Memancing Huruf Hijaiyah” ini terlihat jelas. Anak-anak tidak hanya belajar huruf hijaiyah, tetapi juga melatih keterampilan motorik, konsentrasi, dan kerja sama dengan teman sebaya. Dengan desain yang penuh warna dan aktivitas yang melibatkan fisik, anak-anak merasa seperti sedang bermain sambil belajar. Hal ini membantu menciptakan suasana kelas yang lebih hidup dan jauh dari kesan monoton.
Lebih jauh, media kreatif ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang bagi guru dalam mengenalkan huruf hijaiyah. Jika digunakan secara konsisten, permainan ini dapat memperkuat dasar kemampuan membaca Al-Qur’an anak sejak dini. Guru pun memiliki alternatif baru dalam mengajar, sehingga metode konvensional dapat dikombinasikan dengan pendekatan yang lebih inovatif.
Program KKN ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk belajar dari masyarakat, tetapi juga memberi kontribusi nyata yang bermanfaat. Media pembelajaran “Memancing Huruf Hijaiyah” adalah bukti bahwa kreativitas dapat menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Dengan dukungan guru dan masyarakat, media ini diharapkan bisa terus digunakan sebagai alat belajar yang menyenangkan dan mendidik bagi generasi penerus bangsa.
Prev Article
Tegas! Bupati Deli Serdang Copot Kepala Sekolah SDN 104207 di Depan
Next Article
Rawan Penyimpangan, Pekerjaan Rabat Beton Desa Kalangan Praoh Rusak Parah