Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Deklarasi Pelajar Tanpa Kekerasan, Babinsa Wongsorejo Tegaskan Dukungan Penuh TNI untuk Generasi Damai

BANYUWANGI || Bratapos.com – Upaya membangun generasi muda yang cerdas sekaligus berkarakter damai kembali ditunjukkan melalui Deklarasi Pelajar Tanpa Kekerasan dan Tawuran yang digelar di Kecamatan Wongsorejo, Jumat (5/9/2025).

Kegiatan ini diinisiasi oleh sekolah-sekolah di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dan didukung penuh Kodim 0825 Banyuwangi melalui jajaran Koramil 0825/15 Wongsorejo. 

BACA JUGA : Resmi Launching: Maskot, Logo, dan Theme Song FORPROV II Kalbar 2026 Siap Guncang Kota Singkawang.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut, Babinsa Sertu Rafik dan Sertu Putu J, sebagai wujud komitmen TNI dalam mendampingi pembinaan generasi muda di wilayahnya.

Deklarasi ini menegaskan tekad bersama seluruh pelajar untuk menolak segala bentuk kekerasan, tawuran, dan tindakan destruktif yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan. Lebih dari itu, program ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya dialog, toleransi, dan penyelesaian masalah secara damai.

Danramil 0825/15 Wongsorejo, Lettu Inf Sumantri, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.

“Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari langkah strategis ini. Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kodim 0825 Banyuwangi membuktikan, bahwa gotong royong adalah kunci untuk mencetak masa depan yang lebih baik. Kami berharap para pelajar tidak hanya tekun belajar, tetapi juga tumbuh sebagai agen perdamaian dan kerukunan di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang kondusif akan menjadi pondasi penting bagi lahirnya generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri dan nilai kebangsaan.

"Deklarasi anti-kekerasan ini sekaligus menjadi bentuk nyata sinergitas antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam mendidik karakter generasi muda Banyuwangi," pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan, Wongsorejo bertekad melahirkan pelajar yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi persaudaraan dan persatuan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Jagoan Banyuwangi 2025: Laboratorium Kreatif Anak Muda, Bupati Ipuk Dorong Scale Up Usaha Lokal
Next Article
Tani Merdeka Indonesia Banyuwangi Resmi Dilantik, Siap Kawal Program Swasembada Pangan Nasional

Related to this topic:

Be the first to write a comment.