Tepis Dugaan Intimidasi Oleh Panwascam, Ketua PPK Sempu Tegaskan Tidak Pernah..!!

BANYUWANGI || Bratapos.com – Beredar kabar adanya intimidasi yang diduga dilakukan oleh Panwascam di Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, terhadap petugas penyelenggara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat. Dari kabar yang beredar melalui media massa menyebut PPK ditekan agar melakukan manipulasi suara.

Dikonfirmasi secara langsung, Ketua PPK Sempu, Retno Wijayanti menepis adanya kegaduhan tersebut. Ia mengatakan, seluruh anggota PPK tidak pernah memiliki selisih permasalahan dengan Panwascam.

Soal kabar intimidasi, Retno juga menepisnya. Dia menyatakan tidak pernah mendapatkan upaya intimidasi dalam bentuk apapun terkait proses rekapitulasi yang saat ini masih berlangsung.

“Terkait berita yang beredar itu tidak benar. Tidak ada intimidasi dan lain sebagainya,” kata Retno dengan tegas, pada Rabu (21/02/2024) malam.

Selain itu, Retno menyatakan bahwa koordinasi ataupun komunikasi yang terjalin bersama Panwascam hanya seputar Pemilu. ia pun menegaskan tidak pernah mendapatkan tekanan atau intimidasi soal tindakan kecurangan dalam Pemilu.

“Hubungan PPK dan Panwascam baik-baik saja. Komunikasi dan koordinasi terus terjalin agar Pemilu berjalan dengan lancar. Tidak lebih dari itu,” terang Retno.

Sementara petugas Panwascam sebagimana dimaksud, berharap agar masyarakat dan peserta pemilu tidak asal mempercayai informasi yang beredar saat ini. Sebagai petugas pengawasan Pemilu, dia berani menggaransi tidak ada perolehan suara yang menyimpang.

“Saya berani memastikan, bahwa tidak akan ada manipulasi dalam rekapitulasi yang berjalan saat ini. Itu tugas kami sebagai penyelenggara di tubuh Bawaslu. Kami memastikan tidak ada kecurangan selama prosesnya,” kata petugas Panwascam dengan tegas, saat dikonfirmasi dan tidak berkenan disebut namanya. Kamis (22/02/2024).

Mengacu pada pengalaman Pemilu sebelumnya, dia bisa memahami potensi berita bohong yang mungkin saja terbit selama tahun politik. Menurutnya, informasi bohong akan menjadi biang perpecahan yang dapat menciderai demokrasi dalam Pemilu.

“Dari pengalaman saya, kabar atau isu yang mengandung informasi tidak benar biasa terjadi di tahun politik. Saya berharap masyarakat dan peserta pemilu bisa mempercayai tugas kami dalam melakukan pengawasan selama Pemilu,” pungkasnya.

Pewarta : Ruslan AG
Editor/Publisher : Shelor