Seorang Ayah Rudapaksa Anak Tiri Berakhir di Polres Buru

Berita, Hukrim, Nasional301 Dilihat

NAMLEA | Bratapos.com– Kepolisian Resor (Polres) Pulau Buru berhasil menangkap pria berinisial RL (36) pelaku rudapaksa anak dibawah umur yang merupakan anak tirinya, di kawasan tambang emas ilegal Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, Jumat (16/12).

Kasus dugaan persetubuhan anak yang masih berusia 12 tahun awalnya dilaporkan pada Kamis 15, Desember 2022 pukul 10.30 WIT ke Polres Pulau Buru oleh SA yang tak lain istri terduga pelaku atau ibu kandung korban.

Penangkapan tersebut, berdasarkan Nomor: LP/B/194/XII/2022/SPKT/ Polres Pulau Buru/Polda Maluku.

Kasat Reksrim Polres Pulau Buru, Iptu Aditya Bambang Sundawa memerintahkan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Buru yang dipimpin langsung oleh Kanit Opsnal Bripka Hasan Lessy untuk segera mencari keberadaan pelaku.

Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda M.Y.S Djamaluddin mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan tim pun mendapati informasi bahwa pelaku sementara berada di Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru atau kawasan tambang Gunung Botak. Kemudian, pada pukul 23.00 WIT tim pun bergerak ke lokasi yang diduga sebagai tempat tersangka berada.

Pada hari Jumat 16 Desember 2022 sekira pukul 06.00 WIT, Tim (Polres) berhasil mengamankan pelaku (terlapor) di kamp atau tempat beristirahat, tanpa adanya perlawanan kemudian tim pun menggiring pelaku ke Polres Pulau Buru guna mempertanggung jawabkan perbuatanya dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku, Jumat (16/12).

Kasus ini bermula pada saat RL diduga melakukan aksi tidak terpuji terhadap korban pada Rabu, 14 Desember 2022, yang berlokasi di Kabupaten Buru, yang merupakan rumah kontrakan milik SA, saksi Pelapor.

Awalnya, menurut keterangan pelapor berdasarkan keterangan dari korban bahwa sekira pukul 05.30 WIT, ayah tiri bejat yang profesi sebagai petani ini menyusup masuk ke dalam kamar yang mana pada saat itu korban sedang tertidur dan lakukan kekerasan dengan cara menutup mulut korban gunakan telapak tangan kemudian perkosa korban.

“Tiba-tiba terlapor (RL) menutup mulut korban dengan telapak tangan dan membuka celana korban, lalu memasukan kemaluan terlapor di kemaluan korban dan langsung menyetubuhi korban,” kata Paur Humas.

Kemudian, setelah selesai dengan perbuatan bejatnya, terlapor mengancam anak tirinya agar tidak memberitahukan kejadian tersebut kepada ibunya.

Namun, korban akhirnya buka mulut dan beberkan perbuatan tak bermoral yang dilakukan terduga pelaku itu. Korban menceritakan kepada ibu kandungnya. Lebih parah lagi, hal itu bukan baru pertama kali lakukan ayah tirinya itu. Tetapi perbuatan tak senonoh itu dilakukan terhadap korban sudah berulang kali.

“Korban juga menyampaikan kepada pelapor bahwa, terlapor sudah melakukan perbuatan tersebut kepada korban sudah berulang-ulang kali,” terangnya.

Atas perbuatan tersangka, ibu kandung korban melaporkan hal tersebut kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas perbuatan tak terpuji tersebut.

“Tidak terima dengan perlakuan yang dilakukan oleh terlapor kepada korban, kemudian pelapor mendatangi Kantor Polres Pulau Buru untuk melaporkan kejadian tersebut guna proses hukum selanjutnya,” tandasnya.

Sementara tindakan kepolisian yang dilakukan yakni membuat laporan polisi, melakukan visum et repertum untuk korban, melakukan pemeriksaan saksi korban anak dan saksi pelapor dan mengamankan terduga pelaku ke Polres Pulau Buru.

“Rencana tindak lanjut yakni melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku/tersangka akan melakukan gelar perkara,” ungkapnya.

Reporter: SPK