Pojok Pahlawan Culinary, Tempat Kuliner dan Live Music yang Menghidupkan Kota Madiun

foto : Saat Konser Musik di Pojok Pahlawan Culinary.

KOTA MADIUN || Bratapos.com – Kota Madiun memiliki sebuah destinasi baru bagi para pencinta kuliner dan musik. Namanya Pojok Pahlawan Culinary, yang berlokasi di bekas Hotel Raya, Jalan Semeru Timur, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo samping Hotel Kartika Abadi.

Tempat ini menawarkan berbagai macam menu makanan dan minuman yang lezat dan terjangkau, serta kedepannya bakal sering diadakan fasilitas live music yang menampilkan berbagai genre musik, mulai dari reggae, dangdut, pop, hingga rock.

Salah satu acara live music yang digelar di Pojok Pahlawan Culinary adalah Madiun Reggae Bersatu, yang diadakan pada hari Jumat malam (8/3/2024). Acara ini berhasil menarik banyak pengunjung, baik dari Kota Madiun maupun dari luar kota, seperti Ponorogo, Ngawi, Magetan, dan daerah lainnya. Suasana Pojok Pahlawan Culinary pun menjadi meriah dan hangat dengan alunan musik reggae yang mengajak para pengunjung untuk bersantai dan bersenang-senang.

foto : Albertus Masako Bersama Salah Salah Satu Komunitas Madiun Saat di PPC.

Albertus Masako, selaku pengelola Pojok Pahlawan Culinary, mengatakan bahwa acara live music ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan tempat kuliner ini kepada masyarakat, sekaligus untuk memberikan kanalisasi bagi para pecinta, pemain, dan komunitas musik di Kota Madiun dan sekitarnya. Ia berharap, Pojok Pahlawan Culinary bisa menjadi tempat yang bermakna bagi mereka yang ingin mengekspresikan diri dalam bermusik dan berkesenian.

“Kami berencana untuk mengadakan acara live music setidaknya sebulan sekali, dengan lintas genre musik dan usia. Kami juga ingin mengadakan acara-acara lain yang berkaitan dengan perspektif berkesenian, seperti serasehan, baca puisi, atau apapun yang bisa menggali kearifan lokal Madiun,” ujar Albertus Masako, yang akrab dipanggil Pak Eko, kepada bratapos.com, Minggu (10/3/2024).

Pak Eko menambahkan, Pojok Pahlawan Culinary juga memiliki visi untuk menghidupkan kembali Kota Madiun, yang selama ini dianggap sebagai kota yang sepi dan kurang menarik. Ia berharap, dengan adanya Pojok Pahlawan Culinary, Kota Madiun bisa menjadi lebih hidup, berwarna, dan bermartabat.

“Musik adalah bahasa universal yang menghubungkan jiwa-jiwa, menyampaikan emosi tanpa kata-kata, dan menghidupkan warna dalam keheningan. Kami ingin Pojok Pahlawan Culinary menjadi tempat yang bisa memberikan inspirasi dan kebahagiaan bagi semua orang yang datang ke sini,” pungkas Pak Eko.

Pewarta : Jhon Mongaz

Editor/Publisher : Yatno Widodo