Pengakuan Korban Terima Bogem Mentah Dari Oknum Anggota TNI, Begini Endingnya..!

PROBOLINGGO//Bratapos.com ~ Viko asal warga desa Gending Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Dimana pihaknya menjadi korban penganiayaan dari salah satu oknum anggota TNI, inisial “HRS” yang mengaku bertugas di
Maros (Makassar), sepertinya akan berbuntut panjang. Pasalnya, hingga kini Viko (korban) mengaku sering alami pusing kepala hingga terganggunya pekerjaannya. Dengan kejadian tersebut dirinya masih merasa tak terima dan akan melanjutkan perkaranya dengan melapor ke Denpom.

“Dipukul bukan cuma sakit mas, kerjaan saya juga bisa amburadul. Saya tetap tidak terima, besok tak laporkan ke Denpom,”Ujar Korban saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon sallulernya. Jum’at, (03/05/2024).

Korban juga menjelaskan, jika kini dirinya di UGD Puskesmas Gending sedang menjalani perawatan. Pihaknya mengaku usai terima bogem mentah dari “HRS” sering merasakan kepala pusing, mual dan mata sakit.

“Pusing rasanya cenut-cenut, pandangan mata seperti berputar putar, kadang mual tapi gak bisa muntah. Kerja saya paksakan, ngantarkan wisatawan asal luar negeri ke Bromo, terlanjur janji bisa ya harus komitmen saya biarpun sebenarnya gak kuat kondisi. Ini sekarang lagi di Puskesmas, gak tahan rasanya,”Jelasnya lagi.

Sementara itu, Ibu korban juga menceritakan jika dirumahnya didatangi beberapa orang dan menyarankan agar tidak melaporkan. Biarpun dengan perasaan sakit hati juga geram serta terhantui rasa trauma karena saat terjadinya aksi kekerasan pada korban (anaknya) dirinya melihat langsung. Namun, ia masih merasa gak tega pada “HRS”.

“Beberapa orang kerumah menyarankan agar tidak melapor. Sebenarnya gak tega, tapi mau gimana lagi anak saya itu dipukul sampai kaya gitu. Ya apa kata anak saya lah,”Jelasnya.

Sedangkan (Hrs), saat dikonfirmasi beralasan saat kejadian ia sedang terburu-buru dan tidak bisa mengontrol emosinya, setelah dapatkan kabar duka orang tuanya meninggal dunia.

“Waktu itu terburu-buru saya emosi, saya kan tugas di Maros (Makassar), setelah dikabari orang tua meninggal saya langsung ambil cuti dan segera pulang kampung,”Cetusnya.

Lebih jauh korban juga mengatakan, jika pasca terjadinya pemukulan terhadapnya ia langsung melapor ke Polsek Gending. Namun, sama pihak anggota Polsek Gending diarahkan agar melaporkan ke Denpom.

“Sudah saya laporkan ke polsek Gending, tapi katanya gak bisa proses, malah saya di suruh lapor ke Denpom mas,”Ungkapnya.

Kapolsek Gending AKP. Sugeng Hariyanto saat dikonfirmasi, juga membenarkan adanya salah satu warga datang melapor sebagai korban pemukulan. Pihaknya juga menjelaskan jika pelakunya oknum anggota TNI, harus lapor ke pihak Denpom. sesuai dengan arahan pihak polsek Gending sebelumnya pada saat korban hendak melaporkan ke Polsek Gending, Polres Probolinggo.

“Betullll pak Wahyu,”Ujarnya, dengan singkat melalui via WhatsApp.

Reporter: Wahyu

Editor /Publisher : Shelor