Pemuda di Magetan Gagal Nikahi Korban Pencabulan yang Hamil, Dijerat Hukuman 15 Tahun





foto : Ilustrasi.

MAGETAN || Bratapos.com – Pria berinisial “DN” (27) warga Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, mencabuli gadis usia 14 tahun, “DN” berakhir di ruang tahanan Mapolres Magetan karena keluarga korban yang tak terima saat DN tak mau mengaku telah melakukan persetubuhan pada korban.

Awalnya, pada 6 Oktober 2023 lalu, orang tua korban mendengar putrinya menangis di kamar. Hingga kemudian, ibu korban masuk ke kamar dan mendapati DN yang sedang berada di dalam kamar korban. Korban mengatakan pada ibunya bahwa dia telah disetubuhi oleh DN. Mendengar hal itu, ibu korban pun meminta DN untuk menikahi korban.

Hingga, pada pertengahan Oktober 2023, orang tua kedua belah pihak mendatangi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) untuk membuat surat lolosan nikah karena calon mempelai wanita masih di bawah umur. Surat lolosan nikah ini diperlukan untuk mengurus dispensasi nikah di Pengadilan Agama.

foto : Ilustrasi.

Namun, pemuda yang bekerja serabutan itu tidak mau mengakui jika dia telah menyetubuhi korban. DN mengaku hanya berpacaran dengan korban dan tidak pernah berhubungan intim. Hingga akhirnya, rekomendasi dari Dinas DPPKBPPPA ditolak oleh Pengadilan Agama. Keduanya pun gagal menikah.

“Nah, orang tua korban ini tidak terima. Sehingga, melapor ke pihak kepolisian. Kami sudah mengantongi bukti berupa daster, cd, bra dan bukti visum korban,” kata Kasi Humas Polres Magetan AKP Kuncahyo, Rabu (7/2/2024).

Dari hasil visum, diketahui bahwa korban hamil 16 minggu akibat perbuatan DN. Pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pewarta : Jhon Mongaz ( Sumber Humas Polres Magetan )

Editor/Publisher : Yatno Widodo