Pemkab Banyuwangi Akan Berikan Pendampingan Hukum dan Psikologis Terhadap Korban Rudapaksa

BANYUWANGI || Bratapos.com – Terkait Kasus Rudapaksa yang terjadi di kawasan salah satu pantai Banyuwangi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan melakukan pendampingan hukum dan psikologis kepada korban yang masih di bawah umur.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, Pemkab Banyuwangi berada di pihak korban, dan akan mengupayakan segala langkah yang diperlukan secara optimal untuk membantu korban. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Ipuk, pada Minggu (28/04/2024).

“Saya sudah telepon dinas hingga kecamatan terkait untuk bergerak cepat, memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada korban,” kata Bupati Ipuk.

Dua pria yang menjadi pelaku tersebut kini sudah ditangkap dan telah ditahan di Polsek Pesanggaran. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kami akan berikan pendampingan pada korban, baik secara hukum maupun psikologis,” ungkap Ipuk.

Pendampingan tersebut, utamanya dilakukan agar korban bisa segera pulih dari traumatis.

Ditambahkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Muhammad Yanuarto Bramuda, Pemkab telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Pesanggaran terkait kasus ini.

Meskipun lokasi kejadian bukan di area pengelolaan wisata, menurut Bramuda, pihaknya juga berkoordinasi dengan Camat, Pemerintah Desa, Dusun, dan Pokmas setempat, untuk meningkatkan pengawasan terutama pada malam hari.

“Kejadiannya pada malam hari dan sepi, tidak ada aktivtas wisata. Kami minta kepada para pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan, terutama pada malam hari,” kata Bramuda.

Pewarta : Ruslan AG
Editor/Publisher : Shelor