Miriiss “Jerit Pilu” Kades di Malang, Terkesan Kurang Perhatian..!!

oleh

MALANG// Bratapos.com- Pasca terjadinya bencana alam (gempa bumi) berkekuatan 6,1 Skala Richter, Sabtu 10 April 2021 yang memporak – porandakan ratusan rumah dan bangunan gedung. Khususnya di wilayah daerah Kabupaten Malang- Lumajang. Nampaknya dampak musibah tersebut, hingga kini masih menyisakan rasa pilu dan kepedihan mendalam. Seperti yang dialami Madrah, kepala desa (Kades) Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang, Jawa timur.

Dimana pihaknya mengatakan, akibat guncangan gempa bumi yang cukup dahsyat tersebut, dirinya dan stafnya hingga saat ini terpaksa menempati kantor kerja bangunan tanpa atap dan terkesan terbengkalai.

“Semenjak gempa tahun 2021 dulu sampai detik ini mas, ya mau gak mau biar kondisinya seperti ini, mau gimana lagi.! sebenarnya sih ingin punya kantor desa bagus seperti desa lainnya,”Ujar Madrah, saat ditemui tim Bratapos.com ditempat kerjanya. Jum’at (21/07/2023).

Madrah, juga menjelaskan jika dirinya sering merasakan sedih dan prihatin akan nasib warganya yang sering kehujanan dan kepanasan saat berkegiatan dikantor balai desanya. Semisal pengambilan BLT dan bantuan lainnya apa bila cuacanya sedang tidak memungkinkan.

“Jujur gak tega mas, bayangin saja jika warga pas ngumpul lebih dari 50 orang, tiba – tiba gerimis atau hujan turun, mau berteduh dimana coba,”Keluh Madrah.

Bukan hanya itu, Madrah sebagai kepala desa juga menyatakan, bahwa berbagai macam upaya sudah ia dilakukan untuk perbaiki kantor desanya yang amburadul terdampak gempa beberapa tahun lalu. Seperti mengajukan proposal kepada pemerintah daerah maupun provinsi. bahkan dirinya juga pernah minta bantuan anggota DPRD kabupaten malang agar segera tertangani, namun hingga saat ini belum ada realisasi maupun kabar kepastian dan tindakan seperti yang diharapkan.

“Kita bukannya diam, berbagai upaya sudah kita lakukan tapi “nihil”, dulu awal gempa pernah usulkan langsung ke pak Bupati saat itu pas rapat bersama DPRD. direspon bagus sama beliau dan berjanji akan segera cek lokasi juga siap bantu membangun, tapi hingga detik ini masih belum ada kabar dan melihat kesini,”Jelasnya.

Lebih jauh, ketika disinggung kenapa tidak menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) atau Dana Desa (DD) untuk memperbaiki bangunan kantornya yang tidak layak karena terdampak bencana tersebut, kepala desa Madrah mangatakan.

“Karena sebelumnya ADD dan DD sudah dialihkan kedaruratan lainnya, maka dari itu di tahun 2023 ini masih belum ada perhatian dari pemerintah kabupaten dan provinsi”. ya semoga saja sebelum masa jabatan saya berakhir, pemerintah sudah bertindak meperbaikinya. ya jika tidak mungkin tahun 2024 kami pakai dana DD, itupun jika memang prosesnya bisa mas”

“Dengan kondisi seperti ini saya sebagai abdi negara untuk masyarakat, bingung mau menjawab apa jika warga terus bertanya, kapan diperbaiki. sedangkan kita juga menunggu kabar pemerintah atasan, ya memang kita ini tidak bisa berbuat banyak selain melayani masyarakat. apalagi desa kami ini, satu satunya desa di Kabupaten Malang yang tidak memiliki aset Bengkok (tanah garapan) dan Asli Pendapatan Desa, hanya mengandalkan (ADD dan DD) dari pemerintah mas,”Keluhnya.

Madrah berharap sebelum masa jabatannya berakhir, kantor desanya sudah diperbaiki, agar nantinya setelah habis masa karirnya tidak meninggalkan bangunan kantor desa yang kondisinya berantakan tanpa atap dan tidak layak.

“Mengingat masa jabatan saya habis tahun 2025, harapan saya pak Sanusi (Bupati) segera turun tangan seperti apa yang dijanjikan dulu. jika saya tinggalkan kantor ini masih keadaan amburadul dan tanpa atap seperti ini kesannya kan saya yang gak berusaha mas. ya kita tunggu sajalah, sambil berdo’a semoga dengan demikian pak bupati maupun pihak dari pemerintah pusat bisa mengetahui keberadaan yang sebenarnya dan segera mengambil tindakan,”Pungkasnya

Reporter : Shelor/Arif

Publsih : Wit