Lima Obyek Almarhum Mat Sholeh Dikuasai Saudara, Istri Gugat Ke PN

oleh

GRESIK, Bratapos.com – Tak terima peninggalan harta almarhum suaminya dibuat bancaan oleh saudara. Siami, 38 tahun, warga Kandangan RT.001 RW.001, Kecamatan Cerme, Kabupaten, Gresik tak tinggal diam.

Perempuan yang dikaruniai seorang dua anak itu memberanikan diri untuk gugat Kartono dan Sriutami. Keduanya itu tak lain saudara dari suami Suami yakni almarhum Mat Sholeh. Selain gugat saudaranya. Siami juga gugat notaris Geys Bahasun sebagai turut tergugat.

Untuk memastikan 5 obyek tanah yang berada di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme yang sedang bersengketa. Pengadilan Negeri (PN) Gresik, akhirnya melakukan Persidangan Setempat (PS). pada hari Selasa (01/12/2020).

Majelis hakim yang diketuai Wiwin Arodawanti dengan anggota I Gusti Ngurah Taruna dan anggota II Fitra Dewi Nasution tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Para pihak baik penggugat yang didampingi kuasa hukumnya maupun tergugat hadir dalam sidang PS.

Tidak hanya itu, perangkat Desa Kandangan beserta kades dan mantan kades juga ikut turun ke lokasi untuk memberikan keterangan batas tanah dan lokasi tanah. Demi melancarkan sidang PS Polsek Cerme dihadirkan untuk pengawalan.

“PS ini dilakukan untuk mengecek ke lapangan atas kebenaran obyek tanah yang disengketakan. Sebab, pada gugatan disebutkan ada 5 obyek tanah milik almarhum Mat Sholeh yang saat ini dikuasai oleh Kartono selaku tergugat I dan Sri Utami selaku tergugat II,” tegas Wiwin Arodawanti.

Obyek tanah yang didatangi diantaranya, tanah dengan SHM No. 53 seluas 310 M2, SHM No. 501 seluas 3.117 M2, SHM No. 876 seluas 11.000 M2, SHM No. 1027 seluas 1.038 M2 dan SHM No. 2157 dengan luas tanah sebesar 2449 M2. Semua obyek tanah sudah bersertifikat atas nama almarhum Mat Sholeh suami dari penggugat.

Diantara lima obyek, ada satu tanah yang berdiri bangunan rumah serta tanah dengan bangunan gudang tak luput didatangi Majelis hakim untuk dilakukan pengecekan.

Andi Mulya, kuasa hukum penggugat menjelaskan, hari ini pihaknya mengajukan sidang di tempat atas lima objek sertifikat hak milik atas nama alm Mat Sholeh yang dikuasasi oleh tergugat I dan tergugat II. Lima objek diantaranya, tiga tanah, satu tanah beserta bangunan rumah dan satu tanah beserta bangunan gudang.

“Semua objek itu memiliki sertifikat atas nama alm Mat Sholeh. Anehnya, saat ini obyek tersebut dikuasai oleh penggugat I dan penggugat II,” terangnya.

Menurut Andi, kliennya waktu itu diajak oleh para tergugat untuk datang ke kantor notaris Geys Bahasuan (turut tergugat). Kala itu untuk menandatangani ikatan jual beli dan akta pernyataan dan kesepakatan yang dibuat oleh para tergugat. Namun penggugat tidak mengetahui isi dan maksud dari ikatan dan pernyataan itu yang dilakukan dibawah tangan.

“Kami melakukan gugatan perbuatan melawan hukum atas penerbitan tiga akta yang dilakukan secara terselubung dan penuh rekayasa dan melanggar ketentuan dari UU Notaris, akte No. 02 tentang pernyataan dan kesepatakan dan ikatan jual beli cacat hukum. Kelima obyek tanah dengan SHM milik almarhum Mat Sholeh tidak pernah dijual oleh Istrinya,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Andi juga menegaskan bahwa SHM merupakan bukti kepemilikan sah yang dikeluarkan oleh BPN dan semuanya atas nama almarhum. Secara hukum tanah tersebut milik almarhum Mat Sholeh.

“Yang berhak mewarisi adalah istri dan 2 anak almarhum, bukan tergugat selaku saudara dari almarhum. Faktanya, tanah tersebut semua dikuasia oleh tergugat I dan tergugat II. Maka dari itu kami melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan,” pungkasnya.

Reporter : Jml
Publish : Red