Lampu PLN Desa Seith Kabupaten Buru Padam 11 Hari, Ini Penyebabnya

NAMLEA | Bratapos.com– Masyarakat Desa Seith, Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Maluku. Mengalami pemadaman lampu PLN dari jalur Rayon Mako sudah kurang lebih sebelas hari.

Pamadaman lampu tanggal 15 Februari 2022 diakibatkan dari penebangan pohon oleh orang tidak dikenal (OTK) akhirnya menyebabkan pohon yang di tebang roboh mengenai kabel PLN.

Jatuhnya Kabel dan tiang PLN akibat dari hantaman pohon yang roboh mengenai kabel pada jalur Dusun Waetosi, arah Desa Seith, dibenarkan oleh Kepala Ranting PLN Mako, Frontama saat di hubungi Bratapos.com via telepon, Sabtu sore lalu (26/2).

Kata dia, lampu PLN arah Desa Seith padam disebabkan penebangan pohon oleh orang tidak di kenal yang menyebabkan pohon tumbang dan mengenai kabel PLN.

“Benar ada pohon roboh mengenai kabel PLN, tetapi pohon itu ditebang oleh OTK, bukan roboh akibat anggin, dan saat ini kita masih selidiki siapa yang tebang pohon itu,” kata Tama.

Kita sudah coba memperbaiki tiang yang roboh tersebut dari dua hari sebelumnya. Tetapi saat kita datang ada air banjir akhirnya membuat mobil jenis Carry milik kami tidak bisa menyeberang.

“Soalnya mobil yang kita punya yaitu mobil jenis Carry, kalau untuk medan jalan arah ke tiang PLN yang roboh agak susah dilewati saat banjir,” bebernya.

“Jadi sudah dua hari anak-anak yang mau perbaiki kabel bolak balik ke lokasi robohnya tiang PLN. Dan pada hari ke tiga ini mereka pergi sudah sampai dilokasi, namun jumlah mereka untuk tarik tiang listrik tidak cukup, akhirnya mereka kembali lagi dan dilanjutkan hari Senin besok (28/2),” ungkapnya.

Dari pantauan Bratapos di lokasi tiang PLN yang roboh nampak terlihat kurang lebih 15 orang masyarakat Desa Seith sudah berada di lokasi tiang dari Pukul 14:15 WIT.

Masyarakat berjalan kaki dari Desa Seith ke lokasi tiang PLN yang roboh kurang lebih 4 kilometer.

Tujuan masyarakat ke lokasi tiang PLN yang roboh ingin membantu pegawai dari PLN Rayon Mako untuk dirikan tiang PLN, agar secepatnya lampu bisa menyala di desa mereka.

Hal itu di sampaikan oleh salah satu masyarakat Desa Seith Lutfi Wally yang berada di lokasi robohnya tiang PLN.

Lutfi mengatakan sudah kurang lebih 11 hari lampu padam, membuat kita harus hidup dalam kegelapan.

Dikatakannya; “Katong sudah biasa hidup dengan lampu PLN menyala, lalu tiba-tiba lampu padam dan suda hampir sebelas hari, buat Katong anak aktifitas belajar di rumah harus terhambat akibat gelapnya malam.”

Dia berharap kalau bisa pihak PLN Rayon Mako segera perbaiki tiang PLN secepatnya dan laporkan terkait orang yang menembang pohon mengenai kabel PLN.

Jangan untuk kepentingan kesenangan oknum tersebut. Akhirnya menyusahkan masyarakat Desa Seith satu kampung yang harus mengalami pemadaman listrik berminggu-minggu akibat dari perbuatannya oknum itu.

“Orang-orang yang kerja tidak bertanggung jawab seperti ini, harus di proses hukum, biar ada efek jerah, jangan seenaknya mau menebang pohon sesuka hati,” kata Lutfi.

“Sudah tau ada kabel PLN di dekat pohon, mereka berani untuk menebang pohon, berarti diduga orang ini segaja, karena sudah tau ada kabel PLN tetapi dia beranikan diri untuk tebang itu pohon,” ungkap Lutfi.

Reporter: SPK