KPU Kota Madiun, Umumkan Hasil Rekapitulasi Suara Pemilu 2024





foto : Ketua KPU Kota Madiun Wisnu Wardhana, Menyaksikan Salah Satu Saksi Saat Menandatangani Hasil Rekapitulasi Suara.

KOTA MADIUN || Bratapos.com – KPU Kota Madiun telah mengumumkan hasil rekapitulasi dan penetapan perolehan suara dalam Pemilu 2024 tingkat kota pada Rabu (28/2/2024).

Rapat pleno terbuka yang berlangsung di Bima Ballroom Aston Hotel Madiun dihadiri oleh saksi-saksi dari peserta pemilu, pemerintah, TNI/Polri, dan tokoh masyarakat. Rapat pleno juga disiarkan secara langsung melalui akun YouTube KPU Kota Madiun.

Ketua KPU Kota Madiun, Wisnu Wardhana, menyampaikan bahwa hasil rekapitulasi suara telah diserahkan kepada saksi-saksi pilpres, DPD, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kota, serta Bawaslu.

“Hasil rekapitulasi suara juga akan diumumkan kepada masyarakat dan dilaporkan kepada KPU provinsi dan pusat,” jelas Wisnu.

foto : Ketua KPU Wisnu Wardhana Bersama Ketua Bawaslu Kota Madiun Wahyu Sesar Tri Sulistyo Saat Menyepakati Hasil Rekapitulasi Suara.

Wisnu juga mengatakan bahwa saksi-saksi diberikan kesempatan untuk merespon hasil rekapitulasi suara. Jika tidak ada keberatan, hasil rekapitulasi suara akan dituangkan dalam berita acara dan dijadikan surat keputusan. Namun dalam rapat pleno tersebut, sempat terjadi insiden dimana salah satu saksi Walk Out (WO) dari ruangan. Karena tidak terima dari hasil keputusan rekapitulasi tersebut.

Menyikapi kejadian tersebut Wisnu mengatakan bahwa jika masih ada permasalahan terkait hasil pemilu, peserta dapat mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK) maksimal 3 hari setelah KPU Pusat menetapkan hasil pemilu.

“Untuk itu, saya sampaikan kepada pihak yang akan mengajukan gugatan atau sengketa untuk mempersiapkan diri,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Madiun, Wahyu Sesar Tri Sulistyo, memastikan bahwa proses penghitungan hingga rekapitulasi suara telah sesuai dengan PKPU 5 Tahun 2024. Bawaslu bertugas melakukan penelusuran ada atau tidaknya pelanggaran administrasi pada proses rekapitulasi suara.

Wahyu juga menyebutkan bahwa Bawaslu masih menangani adanya dugaan penyusutan suara salah satu peserta pemilu. Namun, ia menegaskan bahwa Bawaslu mengikuti aturan dan berdasarkan PKPU 5/2024.

“Rekap suara ulang tidak dapat dilakukan jika tidak memenuhi unsur seperti kerusuhan, bencana alam, dilakukan di tempat tertutup dan gelap, dan seterusnya,” tutupnya.


Pewarta : Jhon Mongaz

Editor/Publisher : Yatno Widodo