KPU Halsel Siap Gelar Pilkada Gunakan Protokoler Covid-19

HALSEL, Bratapos.com– Untuk memastikan tahapan Pilkada, Komisi Pemilihan Umum (KPU)Kabupaten Halmahera Selatan melakukan rapat kordinasi bersama Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Halsel, diruang rapat Kantor Bupati Halsel. Kamis dua hari lalu.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua 5 Gugus Tugas Covid, Helmi Surya Botutihe. Turut hadir Sekertaris Gugus tugas Covid Daud Djubedi, Kepala Dinas Kesehatan, Asisten II, Yusup Taudin, Kadis Koprindag, Katua dan Anggota KPU Halsel, serta Sekertaris KPU Halsel.

Ketua KPU Halsel, Darmin Hi. Hasyim menyampaikan bahwa tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Halsel mulai dilaksanakan pada tanggal 15 Juni nanti akan menggunakan standar protokoler Covid-19.

“Mulai dari tahapan sampai hari H pencoblosan kami selaku penyelenggara akan menggunakan standar Protokoler Covid,” kata Darmin.

Darmin juga menjelaskan, bahwa pihaknya akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat tahapan dimulai. Menurutnya persiapan yang lain seperti masker, hand sanitizer, sarung tangan serta persiapan alat cuci tangan, itu sudah menjadi perlengkapan di KPU. Dirinya juga menyampaikan, bahwa semua pasangan calon nantinya akan diberikan arahan dan penegasan terkait dengan paslon tidak di ijinkan membawah massa lebih dari 20 orang.
“Jika ada Paslon yang melanggar, otomatis paslon tersebut telah melanggaran aturan KPU serta aturan pelanggaran Covid-19,” ujarnya.

Ketua KPU Halsel ini juga mengatakan, saat ini akan adanya penambahan TPS untuk tidak terjadi kerumunan dan sistem antri yang panjang pada saat pencoblosan nanti.

Sementara Ketua 5 Gugus Tugas Covid-19, Helmi Surya Botutihe, menyampaikan bahwa yang pertama yang harus dilihat adalah APD nya, walaupun tidak berstandar WHO harus tetap digunakan untuk melindungi diri.

“Semua harus di persiapkan, mulai dari APD, Masker, Sarung Tangan, harus disiapkan”, katanya.

Sekda Halsel ini juga berharap disetiap TPS harus disediakan tempat cuci tangan, kemudian masing-masing TPS harus ada tenaga medis agar warga sebelum mencoblos di periksa lebih dulu.

“Harus ada tempat cuci tangan, dan tenaga medis di setiap TPS,” jelasnya.

(Fahri/Redaksi)