Kawal dan Kaji Publikasi Kinerja, Kejaksaan Melakukan Pertemuan dengan Forwaka Buru

Namlea, Bratapos.com – dalam rangka mengawal dan menyajikan publikasi kinerja, Kejaksaan Negeri Buru menggelar pertemuan koordinasi berama Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Buru.

Pertemuan koordinasi para media tersebut diwakilkan kepala seksi intelejen Gustian Winanda yang berlangsung di kantor Kejaksaan Negeri Buru, pada Rabu (7/2/2024).

“Tujuan koordinasi ini dalam rangka mengawal dan menyajikan publikasi kinerja melalui pemberitaan yang disajikan media. Sekaligus mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Kejaksaan khususnya Kejaksaan Negeri Buru,” ujar Kasi Intel Gustian Winanda, dalam press release-nya.

Melalui publikasi kinerja di sejumlah media kata Winanda, pemberitaan diharapkan dapat mempengaruhi Public Trust Kejaksaan RI khususnya Kejaksaan Negeri Buru sebagai penyangga atas kritik dari berbagai personal maupun elemen masyarakat.

“Koordinasi ini, diharapkan mampu mengelolah, mengantisipasi dan memberikan solusi atas beragam informasi dukungan maupun informasi negatif tentang personil maupun kinerja Kejaksaan Negeri Buru dimata masyarakat,” harap Seksi Bidang Intelijen merangkap sebagai Humas di level Kejaksaan Negeri.

Sebagaimana menjadi jembatan atau koordinasi dan penghubung antar institusi dengan pihak luar dalam pelayanan dan penegakan hukum.

Sebagai benteng terdepan penjaga marwah institusi, seorang Kepala Seksi Intelijen dalam fungsi kehumasannya harus mampu mengelola berbagai kritik dan dukungan, mengantisipasi dan memberikan solusi atas berbagai informasi mengenai personil maupun kinerja suatu Kejaksaan Negeri.

Selanjutnya, seorang Kepala Seksi Intelijen Kejari harus mendedikasikan diri dan totalitas dalam menciptakan, menjaga, mengawal dan merawat marwah Kejaksaan, khususnya di wilayah hukumnya agar lebih dipercaya masyarakat.

Selain itu, diadakannya koordinasi ini, diyakini mampu memberikan fasilitas kepada Kejaksaan RI dalam mempublikasi kinerja Kejaksaan RI agar diketahui oleh semua masyarakat hingga public trust kejaksaan dapat meningkat sesuai yang diharapkan oleh pimpinan.

Fungsi kehumasan Kejaksaan bukan sekadar membangun reputasi positif dan nama baik organisasi. Melainkan, membantu Kejaksaan lebih dipercaya dan sebagai praktisi, serta humas dituntut memiliki keahlian komunikasi yang mumpuni dan harus bisa menyampaikan informasi secara jelas kepada publik untuk meraih simpati masyarakat.

Seksi Intelijen selain mata dan telinga pimpinan juga menjadi lidah institusi. Selain itu, Humas atau Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri adalah wajah dari Kejaksaan itu sendiri.

Ia harus memahami secara detail seluk beluk Kejaksaan dan semua informasi yang berkaitan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seringkali opini publik yang menimbulkan masalah negatif dapat berdampak negatif pada citra Kejaksaan.

“Tentunya peran humas harus tetap waspada dan peka saat menganalisis dan mengevaluasi isu-isu dalam penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan,” pungkasnya.