Jaksa Cabang Wahai Maluku Tengah Ekspos Dugaan Tindak Pidana Korupsi ADD dan DD Tahun 2021-2022

Maluku Tengah, Bratapos.com – Tim Jaksa Penyelidik Cabang Kejaksaan Negeri Maluku Tengah (Malteng) di Wahai melakukan kegiatan ekspose dugaan perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan dan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Negeri Wahai Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah Tahun Anggaran 2021 dan 2022.

Kasus ini bermula dari adanya laporan masyarakat Negeri Wahai tentang adanya dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan dalam pengerlolaan DD dan ADD pada Negeri Wahai Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah Tahun.

“Penyalahgunaan tindak pidana korupsi di duga dilakukan oleh Penjabat Pemerintah Negeri Wahai beserta perangkat Negeri Wahai,” kata Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, Wahai Azer Jongker Orno, S.H., M.H., lewat press release, Jumat (22/12/2023).

Kata Orno, informasi yang di dapat dari Inspektorat Kabupaten Maluku Tengah pada tahun 2022 telah dilakukan pemeriksaan pengelolaan DD dan ADD Negeri Wahai Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku.

Dari pemeriksaan itu, terdapat temuan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sebesar kurang lebih Rp356.891.102, dan sampai dengan saat ini belum ditindaklanjuti oleh perangkat Desa Negeri Wahai.

Untuk menindaklanjuti temuan Inspektorat Kabupaten Maluku Tengah, Tim Penyelidik Cabang Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, Wahai yang di koordinatori oleh Azer Jongker Orno, S.H., M.H., selaku Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Maluku Tengah Wahai telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan serangkaian tindakan penyelidikan.

Dan dar penyelidikan didapatkan hasil, yaitu pada Tahun Anggaran 2021 Negeri Wahai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1.706.874.000,- yang terdiri dari Alokasi Dana Desa Sebesar Rp1.123.893.000,- dan Dana Desa Sebesar Rp518.981.000,-.

Selanjutnya pada Tahun Anggaran 2022 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.689.352.000,- yang terdiri dari Alokasi Dana Desa sebesar Rp1.067.586.000,- dan Dana Desa sebesar Rp621.766.000,-.

Kemudian dari situ tim penyelidik menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan ADD dan DD Negeri Wahai pada Tahun 2021 dan 2022 berupa pelaksanaan kegiatan meliputi kegiatan pembanguna fisik maupun kegiatan non-fisik yang dilakukan tidak sesuai dengan RAB (Rancangan Anggaran Biaya) pada APB Negeri Wahai berbentuk markup maupun fiktif.

Olehnya itu, dari hasil penyelidikan ditemukan adanya dugaan kerugian keuangan negara sebesar kurang lebih Rp727.359.050,-.

Menurut Azer Jongker Orno, potensi dugaan kerugian keuangan negara diperkirakan dapat bertambah seiring dengan proses penyidikan yang akan berlangsung.

“Berdasarkan hasil penyelidikan tim penyelidik Cabang Kejaksaan Negeri Maluku Tengah di Wahai akan meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan, guna mencari serta mengumpulkan bukti agar membuat terang benderang kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi untuk menemukan tersangkanya,” ungkap Azer Jongker Orno.