Jadi Admin Aplikasi MiChat Open BO, Yeli Berparas Cantik Dituntut 5 Tahun

GRESIK || Bratapos.com. Yeli, hanya bisa pasrah dan terdiam saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik ketika Jaksa Penuntut Umum Muthia Novany membacakan berkas tuntutannya. Wanita 21 tahun itu bahkan meneteskan air mata saat mendengarkan tuntutannya. Ketua majelis hakim Sarudi mencoba menenangkan terdakwa.

Menurut jaksa, warga Kampung Cibuni, RT.1, RW. 1, Kelurahan Karangagung, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat itu, yang menjadi admin pengelola prostitusi online melalui MiChat di Apartemen Icon, terbukti menawarkan menyediakan jasa prostitusi open Booking Out (BO) melalui aplikasi Michat.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayah negara Republik Indonesia. Hukuman penjara selama 5 tahun denda Rp.200 juta subsidair 6 bulan kurungan sudah pantas,” jelasnya. Selasa 7 Mei 2024.

Ditambahkan pada tuntutan, berdasarkan alat bukti dan saksi yang dihadirkan dipersidangan. Terdakwa terbukti melanggar pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tetang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Atas tuntutan ini, terdakwa melalui kuasa hukumnya dari BBH Juris akan mengajukan pledoi secara tertulis pada minggu depan. “Majelis memberikan kesempatan kepada terdakwa dan kuasa hukum terdakwa untuk mengajukan pledoi minggu depan,” ujar Sarudi.

Seperti diberitakan, terdakwa Yeli pada hari Senin tanggal 30 Oktober 2023 sekira pukul 18.30 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih dalam bulan Oktober tahun 2023 atau setidak-tidaknya masih dalam tahun 2023 bertempat di Apartemen Icon yang beralamat di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No.788 telah melakukan tindak pidana prostitusi online melalui medsos MiChat.

Awalnya, Terdakwa mengaktifkan akun MiChat milik Terdakwa dan Muhamad Muhlis (DPO). kemudian para tamu/pelanggan yang ingin menggunakan jasa prostitusi tersebut menghubungi via aplikasi MiChat tersebut melalui kolom chat yang mana Terdakwa memberitahu lokasi prostitusi dan tarif harga dengan kata-kata “Ready BO Rp. 600.000,- sekali main, wajib pakai kondom, fullservice, no anal, CIM, CIP, 69, BJ (Blow Job), HJ (Hand Job), kiss, nenen, jilmek, colmek, Lokasi Apartemen Icon Gresik”

Setelah itu terdakwa mengirimkan foto-foto pekerja seks komersial yang tersedia, kemudian apabila tamu/pelanggan sepakat selanjutnya tamu/pelanggan datang ke Apartemen Icon Gresik, dan mengabarkan apabila sudah di lokasi Apartemen Icon Gresik dengan mengirimkan foto.

Selanjutnya terdakwa menyuruh Pekerja Seks Komersial yang terpilih melalui chat Whatsapp untuk menjemput tamu/pelanggan di Lobby Apartemen Icon Gresik dan membawanya ke kamar yang telah tersedia yaitu Unit Kamar Nomor. 1131, 1132 dan 941, setelah tamu/pelanggan sampai di kamar selanjutnya melakukan pembayaran secara cash kepada Pekerja Seks Komerisal yang selanjutnya disetorkan kepada Terdakwa ataupun transfer ke rekening bank BCA An. Octavia Eka Saputri sesuai dengan harga yang telah disepakati.

Pewarta Jamal Sintaru