Irwasum Polri Respon Dumas Atas Dikeluarkannya SP3 Kasus Dugaan Pengeroyokan Anak Di Bawah Umur

MALANG || Bratapos.com – Satu tahun sudah kasus dugaan pengeroyokan anak dibawah umur yang diduga dilakukan oleh 9 anak tersebut diberhentikan penyelidikannya oleh Polres Malang kini memasuki babak baru.

Melalui proses yang panjang Tya Ayu Mega Suci (37) selaku ibu korban akhirnya merasa lega, Pasalnya Pengaduan Masyarakat (Dumas) yang ditujukan kepada Irwasum Polri mendapatkan respon dengan diterimanya Surat Pemberitahuan Perkembangan Penanganan Dumas (SP3D) Nomor: B/4028/lll/WAS.2.4./2024/Itwasum. Kamis, (16/5/2024).

Kepada Bratapos.com, ibu korban mengungkapkan, dirinya merasa lega pengaduan yang dikirimkan ke Irwasum Polri mendapatkan respon. Dia juga berharap semoga bisa mendapatkan keadilan atas apa yang menimpa anaknya.

“Saya merasa lega karena dumas saya di perhatikan dan akan di tindak lanjuti oleh irwasum polri, semoga nanti saya bisa mendapat keadilan dan untuk proses serta hasilnya semua saya serahkan kepada kuasa hukum saya. Begitu pak,” ujarnya saat dikonfirmasi melalu WhatsApp, Sabtu (18/5/2024) pagi.

Sementara tim kuasa hukum korban, Rohmad Jazuli, S.H mewakili Kantor Hukum Law Firm Zaibi Susanto & Associates menyampaikan, dengan diterimanya SP3D dari Irwasum tersebut bisa memberikan kejelasan dan berharap korban bisa mendapatkan keadilan.

“Semoga pengaduan dari Bu Tya perkara bisa dilanjutkan kembali, ” ucapnya singkat melalui WhatsApp, Sabtu (18/5/2024) malam.

Sebelumnya, melalui kuasa hukumnya keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Unit PPA Polres Malang dengan bukti lapor nomor: LP/B/347/lX/2022/SPKT/POLRES MALANG/POLDA JAWA TIMUR tanggal 28 September 2023.

Namun tepatnya pada tanggal 04 Desember 2023, Polres Malang menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) Nomor : S.Tap/180/Xll/2023/Reskrim. Dengan pertimbangan karena bukan merupakan tindak pidana.

Dengan adanya surat pemberitahuan dari Irwasum Polri tersebut pihak keluarga korban berharap bisa mendapatkan keadilan atas apa yang dialami anaknya.

Sementara hingga berita ini ditayangkan sangat disayangkan sebagai pejabat publik, baik Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat maupun PS Kasi Propam Iptu Saifullah, SH lebih memilih bungkam dan membisu enggan berkomentar saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp walaupun pesan masuk centang dua.

Pewarta: Black
Publish: rf