Halo Pemerintah? Harga Mitan di Desa Ilat Mahal, Masyarakat Mengeluh!

NAMLEA | Bratapos.com– Jauh dari pantuan Disperindag, salah satu pangkalan bahan bakar minyak jenis minyak tanah (Mitan) yang berlokasi di Desa Ilat, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, Maluku, menjual mitan dengan harga hampir dua kali lipat dari Harga Enceran Tertinggi (HET).

“Yang di ketahui, harga HET yang dikeluarkan oleh Pemda Buru sebesar Rp4.050 (Empat Ribuh Lima Puluh Rupiah) namun nyatanya pangkalan mitan milik Cenceng yang berlokasi di Desa Ilat, menjual harga mitan jauh dari harga HET yang dikeluarkan oleh Pemda Buru,” kata warga.

Informasi dari sumber yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, kalau mitan di jual untuk masyarakat per satu drum dengan harga Rp1.600.000 berarti dihargai dengan Rp8.000 per satu liter.

“Namun kalau kita beli per liter di jual dengan harga Rp10.000,” kata sumber.

Sumber juga menyampaikan bensin jenis pertalite saja di jual dengan harga per liter Rp18000 (Delapan Belas Ribu Rupiah).

“Katong (kita,red) tau lagi pangkalan minyak tanah cuman mereka punya saja, tetapi seharusnya jual minyak itu sesuai harga yang dikeluarkan oleh Pemda, toh. Ini harga saja sampai satu liter Rp10.000, pangkalan mitan itu resmi bukan penjualan eceran ilegal,” beber sumber.

Mereka berharap ada teguran dari pemerintah atau fungsi kontrol dari pihak penegakan hukum.

“Seharusnya dengan adanya pangkalan BBM di setiap desa maupun kecamatan bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, bukan malah sebaliknya menyusahkan masyarakat, dengan menjual harga BBM melebihi harga HET,” tegasnya.

Reporter: SPK