Gegara Cek Cok Suami Di Tuban,Tega Bunuh Istri.

TUBAN || Bratapos.com – Pasangan suami istri (pasutri) di Tuban terlibat pertengkaran. Suami bernama Mujiono (67) akhirnya tega membunuh istrinya, Tarimah (64) dengan cara dicekik.

Tak hanya itu. Selesai menghabisi nyawa istrinya, pelaku mencoba bunuh diri menenggak racun tikus. Namun, nyawanya masih selamat.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (23/04/2023) malam di Desa Pakis, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban.

Menurut Kapolsek Grabagan Iptu Sampir Santoso awal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung maut ini terungkap saat pelaku mendatangi mapolsek setempat pada Selasa (23/4/2203) sekitar pukul 23.30 WIB. Pelaku menampakkan raut kebingungan serta kondisi badan kurang sehat.

“Pelaku ini mengalami mual dan muntah. Dia meminta izin menginap di sekitar mapolsek. Saat itu pelaku tidak memberikan keterangan apa pun,” terang kapolsek, Rabu (24/04/2024).

Paginya, pelaku bersedia cerita bahwa kedatangannya ke Polsek Grabagan untuk menyerahkan diri lantakan ia telah melakukan KDRT terhadap istrinya hingga meninggal. “Berdasarkan pengakuan pelaku, korban meninggal karena dicekik,” sambung Sampir.

Saat itu, pelaku melihat istrinya terkapar dalam kondisi tak bernyawa. Karena takut, pelaku lantas berusaha bunuh diri dengan cara meminum obat pembasmi rumput dicampur racun tikus.

“Usai melihat korban meninggal, pelaku mencoba bunuh diri, namun upaya tersebut gagal. Sehingga pelaku memutuskan menyerahkan diri ke mapolsek,” ungkap kapolsek.

Mendengar keterangan pelaku, anggota Polsek Grabagan didampingi perangkat desa setempat bergegas menuju ke rumah pelaku. Dari hasil pengecekan, korban ditemukan meninggal dunia di kamar.

“Ketika pertama dicek, posisi korban terlentang di atas kasur terbungkus selimut warna biru. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka lebam di kepala korban,” kata Sampir.

Petugas kemudian melakukan identifikasi dan olah TKP. Lalu jasad korban di bawa ke RSUD dr Koesma Tuban untuk kepentingan otopsi. Hingga kini petugas masih melaksanakan penyelidikan guna mendalami motif pembunuhan tersebut.

Pewarta : Brendy

Editor/Publisher : Yatno Widodo