Fraksi PKS, Hairil Anwar Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda P. APBD 2020 Kota Binjai

Bratapos, Binjai- Wakil Ketua DPRD Kota Binjai Ahmad Azrai Aziz pimpin Sidang Paripurna Nota Pengantar P-APBD tahun 2020, di Kantor DPRD Kota Binjai, tepatnya di Gedung Ovany, Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Selasa (29/9).

Sidang tersebut dihadiri oleh hampir seluruh legislator, serta Sekdako Binjai Mahfullah P Daulay, Dinas Kesehatan, BPKPAD serta Bappeda Kota Binjai.

Salah satu anggota DPRD dari Fraksi PKS, Hairil Anwar.S.Pd.I, ikut memberikan pandangan umumnya.

Sebagai Wakil Rakyat, Hairil Anwar mengapresiasi Tim Satuan Tugas Penangan Covid-19 Pemko Binjai, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Virus ini.

“Pertama, kami meminta kepada Pemko Binjai untuk serius dalam menjalankan tugas dan amanah rakyat, terutama dalam menjalankan Perda APBD, termasuk menjalankan proses tahapan Rancangan APBD yang selalu terlambat dalam memasukkan nota pengantar, baik R-APBD maupun P-APBD,” tegas Legislator dari Fraksi PKS ini.

Sebab, lanjut Hairil Anwar, jika terlambat dalam memasukkan nota pengantar, baik R-APBD maupun P-APBD, akibatnya seolah olah DPRD Kota Binjai lambat dalam membahas dan menetapkan APBD.

Kedua, ungkap Pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Fraksi PKS di DPRD Kota Binjai ini, saya mendorong Pemko Binjai untuk menjamin kesehatan masyarakat Binjai pada masa Pandemi Covid-19 dan seterusnya, terutama mengambil alih Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk warga Binjai yang di nonaktifkan dari anggaran APBN sejumlah 9.650 orang dan 5.773 orang dari anggaran APBD Provinsi Sumatera Utara.

“Kami meminta kepada Pemko Binjai agar 15.423 orang warga Binjai bisa di aktifkan kembali Kartu BPJS nya dengan di ambil alih dari Anggaran APBD. Hal itu agar warga yang kurang mampu bisa kembali berobat,” harapnya.

Sedangkan yang ketiga, sambung Hairil Anwar, dalam masa Pandemi Covid-19 saat ini, Pemko Binjai sudah berjanji untuk menyalurkan bantuan sosial sebanyak 3 kali, namun sampai saat ini masih tersalurkam sebanyak 2 kali.

“Untuk itu, saya meminta Pemko Binjai agar bisa menyalurkan kembali bantuan sosial, karena hingga saat ini kondisi ekonomi masyarakat belum stabil,” pungkasnya, sembari meminta Pemko Binjai agar segera mendata warga kurang mampu dengan merata dan memperbaharui data warga kurang mampu dengan maksimal.

Sedangkan yang ke-empat, menurut Hairil Anwar, untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Kota Binjai, dirinya meminta Pemko agar memberikan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Binjai, yaitu dengan memberikan bantuan kepada seluruh unit usaha UMKM yang ada di Kota Rambutan ini.

Untuk yang terakhir, atau yang ke-Lima, ujar Pria yang selalu akrab dengan awak media ini, saya mendorong Pemerintah agar terus berkoordinasi dengan seluruh Pimpinan Daerah untuk menjaga kondisi dan keadaan sosial masyarakat, khususnya warga Binjai. Sehingga menjadi PR kita bersama untuk mengendalikan tempat-tempat perjudian dan peredaran Narkoba.

“Jangan sampai Narkoba dan Judi merusak generasi penerus kita kedepan,” ucap Hairil Anwar dalam pandangan umumnya saat Sidang Paripurna Nota Pengantar P-APBD tahun 2020. (dyk.p)