DP: Hubungan Saya Dengan Partai Demokrat Ibarat Jus Herbal

MAKASSAR, Bratapos.com– Bakal calon Walikota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (DP) memenuhi undangan Partai Demokrat guna melakukan fit and proper test sebagai bakal calon Walikota Makassar pada Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar, 9 Desember mendatang.

Dihadapan panelis Demokrat, DP memaparkan berbagai capaiannya selama memimpin Kota Makassar pada periode pertamanya. Dengan begitu, DP juga berharap bersama Demokrat kembali menghadirkan berbagai kemajuan untuk Kota Makassar dimasa akan datang.

“Saya memaparkan  beberapa capaian keberhasilan yang kita lakukan dan yang perlu kita lanjutkan bersama Demokrat di periode kedua nanti,” kata DP usai mengikuti fit and proper test DPD Demokrat Sulsel, yang digelar di Hotel Claro, Sabtu kemarin (6/6/2020).

DP menyebutkan secara politik, dirinya bersama partai Demokrat tidak bisa terpisahkan sepanjang pelaksanaan pesta demokrasi di Kota Makassar.

“Hubungan saya dengan partai Demokrat ibarat jus herbal (obat Corona)  yang menyembuhkan pasien Covid-19. Dan saya bersama Demokrat tentunya akan menjadi obat kuat untuk memajukan dan memajukan Kota Makassar dimasa mendatang,” ungkap DP.

Bahkan secara formal, DP belum memiliki bakal calon pendamping untuk menghadapi Pilwali Makassar mendatang. Bagi DP, penentuan posisi  pendampingnya diserahkan sepenuhnya kepada partai koalisi.

“Wakil saya serahkan ke partai koalisi. Saya secara formal belum memiliki wakil, tetapi usulan wakil dari saya itu ada, dan keputusasaan kembali ke partai pengusung. Wakil bagi saya adalah yang menjadi kekurangan bagi saya. Contoh, saya kekurangan uang, ada wakil yang menutupi, itu artinya saling menutupi”, jelas DP.

Menanggapi wacana akan berpasangan dengan politisi muda Golkar Sulsel, Andi Zunnun Halid. DP menyebutkan keputusan penuhnya ada di partai koalisi.

“Berpasangan dengan Zunnun semua bisa terjadi kembali ke partai pengusung, mau fix atau tidak dengan Zunnun itu urusan partai pengusung”, tuturnya.

DP optimis akan mencukupkan partai koalisi sebagai syarat pencalonan sebagai bakal calon Walikota Makassar. Hal itu untuk menjawab harapan publik kota Makassar kepada DP untuk kembali sebagai Walikota Makassar.

“Kami melakukan komunikasi kepada semua partai politik. Terlalu banyak partai politik juga tidak baik, karena pembagian pasca. Memang intinya partai pengusung sudah cukup untuk bertarung. Demokrat partai yang konsisten bersama kami, satu-satunya partai politik yang bertahan bersama kami kemarin di kotak kosong adalah Demokrat,” jelas DP.

Pelaksanaan fit and proper test DPD Demokrat Sulsel bagi seluruh bakal calon kepala daerah di 12 Pilkada se Sulsel dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

Foto: ‎Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Adi Rasyid Ali (ARA)/ho/Bratapos.com

Menurut  ‎Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) mengatakan, bahwa‎ Partai Demokrat ini seperti layaknya macam-macam kue yang ingin kita coba rasanya yang berbeda-beda‎ apakah manis, pahit. 

“Sementara kita melihat apa yang di sampaikan oleh calon-calon wali kota yang masih dalam tataran narasi visi dan misi sebagai standar, masih panjang proses dari pencalonan yang harus di lewati bersama, tetapi dari partai Demokrat ini kita mendorong siapa saja yang ingin berkoalisi dengan kami terima dengan senang hati, dan sekarang kita lagi  masih dalam posisi penyusung saja”, ujarnya.

(paul/redaksi)