Donatur Bos Rendaman yang Gunakan B3 di Gerebek Tim Krimsus Polda Maluku

BURU | Bratapos.com– Tim krimsus Polda Maluku menggerebek dua unit rumah yang diduga tempat penyimpanan bahan beracun berbahaya (B3) di Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Maluku.

Dari pantauan Bratapos.com Senin (28/2/2022) di lokasi, dua unit rumah yang di gerebek diantaranya rumah milik ibu Sinar dan ibu Mirna.

Kedua wanita ini diduga kuat adalah bos donatur pada tambang emas ilegal Gunung Botak.

Dari pengeberekan itu, hanya rumah milik ibu Mirna yang ditemukan obat B3, tetapi rumah ibu Sinar tidak ditemukan apa-apa.

Pengeledahan di rumah ibu Mirna oleh 6 (enam) anggota krimsus Polda Maluku, ditemukan barang bukti berupa, 650 gr emas, satu timbangan emas, dua karung kapur, dua karung costik, 10 karung material karpet, 39 karung sianida dalam kemasan karton yang dibungkus dengan karung, dan 3 buah sianida dalam bentuk kaleng. Barang-barang berbahaya itu dimuat dalam dua mobil.

Pengangkutan Sianida puluhan karung ke Mobil dam truk di ruma milik ibu Mirna Desa Kaiely, Senin (28/2/2022).

Satu mobil dum truk dan satu mobil Toyota Hilux double cabin, barang bukti tersebut di angkut menuju Polres Pulau Buru guna melengkapi penyelidikan, dengan melalui mode penyeberangan laut menggunakan Kapal Ferri Danau Rana pada Pukul 16:05 WIT.

Saat diperiksa pada ruang Satreskrim Polres Pulau Buru, pada jam 20:00 WIT, ibu Mirna sempat pingsan, dan dibawa keluar ruangan reskrim oleh satu anggota krimsus dan didampinggi keluarga ibu Mirna yang bernama Sitra.

Ibu Mirna di bawah menggunakan mobil Avanza dengan pelat nomor polisi DE 1309 berwarna putih menuju rumah Sitra untuk beristirahat.

Mobil tersebut merupakan mobil yang di gunakan oleh krimsus Polda Maluku, untuk menyeberang menuju Kaiely.

Tim krimsus menggunakan dua unit mobil, di antaranya avansa warna putih dengan nomor polisi DE 1309 dan toyota hilux double cabin.

Salah satu anggota krimsus Polda Maluku yang di wawancara hanya menjawab.

“Kita tidak bisa memberikan keterangan, ada yang punya tupoksi untuk menjawab,” katanya.

Reporter: SPK