Dinamika Politik Kota Madiun Menjelang Pilkada 2024, Antara Dukungan Partai dan Kekuatan Masyarakat

foto : Sasongko, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun periode 2003 – 2019.

 KOTA MADIUN || Bratapos.com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Madiun 2024, perhatian publik tertuju pada mantan Wali Kota Madiun, Maidi, yang dianggap memiliki keunggulan dalam kontestasi mendatang.

Keunggulan ini didukung oleh deklarasi dari sebelas partai politik yang telah menyatakan dukungan mereka. Serta banyak munculnya berbagai survey terkait elektabilitas dan popularitas di bawah kepemimpinannya.

Namun, Sasongko, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun periode 2003 – 2019, memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, dukungan partai politik hanyalah salah satu faktor dalam perjalanan politik.

“Partai politik adalah kendaraan dalam berpolitik, ketika kendaraan berpolitik bisa memenangkan atau tidak penentunya akan kembali kepada masyarakat,” ujar Sasongko kepada bratapos.com, Jumat (17/5/2024) pagi.

Sasongko menekankan bahwa dukungan dari partai besar maupun kecil tidak menjamin kemenangan, karena yang terpenting adalah seberapa solid partai tersebut di tingkat akar rumput.

“Sebagai landasan dasar, partai politik harus dapat bergerak secara efektif dan harus diimbangi dengan kualitas individu calon itu sendiri,” imbuh Sasongko.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa Pilkada Kota Madiun 2024 dipastikan akan menjadi ajang yang menarik, dengan dinamika politik yang terus berkembang dan peran aktif masyarakat yang akan menentukan arah masa depan Kota Madiun.

“Karena mengusung sudah pasti mendukung tapi kalau mendukung belum tentu mengusung,” pungkas Sasongko.

Pewarta : Jhon Mongaz

Editor/Publisher : Yatno Widodo