Demokratisasi di Kota Madiun, Antara Aspirasi dan Dinamika Politik Lokal

foto : Sasongko kader PKB, Yang Juga Mantan Ketua KPU dari tahun 2003 Hingga 2019.

KOTA MADIUN || Bratapos.com – Dinamika politik di Kota Madiun semakin menarik perhatian seiring dengan munculnya isu terkini yang melibatkan kader-kader partai politik.

Setelah kabar tentang kader PDIP yang dikabarkan berseberangan dengan partainya, kini giliran kader PKB, Sasongko, yang menjadi sorotan.

Sasongko, yang dikenal sebagai mantan Ketua KPU Kota Madiun, dari tahun 2003 hingga 2019, baru-baru ini mengunggah status yang menyebut “Boni Laksmana vote for AE1”. Unggahan tersebut tidak hanya menimbulkan kehebohan di media sosial tetapi juga memicu diskusi di kalangan masyarakat Kota Madiun.

Status yang diunggah Sasongko tersebut tampaknya merupakan bagian dari dinamika politik yang lebih luas, di mana masyarakat Kota Madiun mengharapkan proses demokratisasi yang berjalan dengan lancar dan tanpa tendensi yang mengarah pada kepentingan tertentu. Selain itu, ia berharap ke depannya demokrasi di Madiun bisa berjalan, apalagi sampai terealisasi.

“Hal ini mencerminkan keinginan kuat warga Kota Madiun untuk melihat pemilihan umum yang adil dan transparan, di mana setiap suara dihitung dan setiap pilihan dihormati,” ungkap Sasongko kepada bratapos.com, Jum’at (10/5/2024) sore.

Ia berharap, dengan Pilkada 2024 yang akan segera berlangsung, penting bagi semua pihak untuk memastikan bahwa proses demokratisasi di Kota Madiun dapat berjalan dengan baik. 

Menurutnya bahwa, keterlibatan aktif masyarakat dalam proses politik adalah kunci untuk memastikan bahwa Madiun dapat melanjutkan tradisi demokrasinya yang kuat.

“Dengan demikian, setiap warga memiliki peran penting untuk berpartisipasi dan mengawasi jalannya Pilkada, sehingga mencerminkan kehendak rakyat yang sebenarnya,” pungkas Sasongko.

Pewarta : Jhon Mongaz

Editor/Publisher : Yatno Widodo