BSPN DPC PDIP Magetan, Ungkap Dugaan Penggelembungan Suara di TPS 5 Desa Duwet

foto : Agus Pujiono, Wakil Kepala BSPN DPC PDIP Kabupaten Magetan.

MAGETAN || Bratapos.com – Pemilihan umum (pemilu) 2024 yang berlangsung pada 14 Februari 2024 lalu masih menyisakan persoalan yang belum terselesaikan. Salah satunya adalah dugaan penggelembungan suara yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menguntungkan pasangan calon (paslon) tertentu.

Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Magetan mengungkapkan adanya dugaan penggelembungan suara yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5 Desa Duwet Kecamatan Bendo. Dugaan ini didasarkan pada temuan formulir C keberatan yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan saksi di TPS tersebut.

Wakil Kepala BSPN DPC PDIP Magetan, Agus Pujiono, menjelaskan bahwa dalam formulir C keberatan tersebut terdapat ketidaksesuaian antara jumlah surat suara yang digunakan dengan jumlah pemilih yang terdaftar. Menurut data daftar hadir pemilih, hanya ada 257 orang yang menggunakan hak pilihnya di TPS 5 Desa Duwet. Namun, dalam perhitungan suara, terdapat 258 surat suara yang tercoblos.

“Yang lebih mencurigakan, satu surat suara yang tercoblos itu tidak ada tanda tangan ketua KPPS. Surat suara itu juga tercoblos untuk paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ini jelas menunjukkan adanya upaya penggelembungan suara yang tidak fair,” kata Agus Pujiono dalam keterangan persnya kepada awak media Bratapos, Jumat (23/2/2024).

foto : Agus Pujiono, Wakil Kepala BSPN DPC PDIP Kabupaten Magetan.

Agus Pujiono menambahkan bahwa kasus ini bukanlah kasus yang terisolasi. Ia mengatakan bahwa BSPN DPC PDIP Magetan juga menemukan dugaan penggelembungan suara di beberapa TPS lainnya di wilayah Magetan. Ia menuding bahwa ada pihak-pihak yang sengaja melakukan kecurangan sistematis untuk mengubah hasil pemilu.

“Kami tidak akan tinggal diam dengan temuan ini. Kami akan menindaklanjuti kasus ini dengan serius dan melaporkannya ke pihak yang berwenang. Kami juga akan terus mengawal setiap tahapan rekapitulasi suara untuk memastikan kejujuran dan keadilan dalam proses pemilu. Kami tidak akan membiarkan hak rakyat untuk memilih pemimpinnya dicurangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Agus Pujiono.

Pewarta : Jhon Mongaz

Editor/Publisher : Yatno Widodo